Showing posts with label Tanaman. Show all posts
Showing posts with label Tanaman. Show all posts

Panduan Cara Menanam Singkong Kualitas Unggul

Panduan Cara Menanam Singkong Kualitas Unggul

Singkong merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang paling populer di Indonesia. Tujuan dari menanam singkong adalah untuk mendapatkan hasil yang melimpah, kemudian cara menanam singkong juga tidak sembarang dan harus memperhatikan beberapa hal penting.

Untuk saat ini harga singkong bisa dibilang stabil, kemudian singkong memiliki banyak sekali manfaat diantaranya bisa dijadikan sebagai bahan berbagai macam olahan makanan. Umbi singkong juga kaya akan gizi dan sangat baik untuk dikonsumsi. Seperti layaknya menanam padi ataupun jagung, menanam singkong pun perlu adanya persiapan. Persiapan menanam singkong ialah:

  • Membersihkan lahan dari sisa tanaman lama dan membersikan semua rumput.
  • Mengcangkul tanah supaya lebih gembur kira-kira sedalam 20-30 cm. 
  • Membuat petakan untuk menanam singkong.
  • Memotong batang singkong yang berkualitas untuk dijadikan sebagai bibit, pemotongan bisa dilakukan dengan panjang antara 20-30 cm.


Cara Menanam Singkong

Setelah tanah atau lahan tanam sudah disiapkan, selanjutnya hanya tinggal menanam bibit singkong denga jarak antara 70-70 cm untuk setiap batangnya agar tidak terlalu rapat. Sebenarnya untuk aturan jarak tanam pada tanaman singkong tidak ada aturan bakunya, jadi jarak bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan. Bagian yang paling penting ketika proses penanaman singkong adalah jangan sampai posisi bibit singkong yang ditanam terbalik.

Cara Memelihara Tanaman Singkong


  • Bibit yang tidak tumbuh secara norma atau mati sebaiknya diganti dengan bibit yang baru. 
  • Setelah tanaman singkong berumur dua bulan, tanaman harus disiangi supaya hanya ada dua cabang batang yang tumbuh dengan kuat, kelebihan cabang harus dipotong atau dibuang. Tujuannya supaya umbi singkong bisa memiliki kualitas yang baik serta bobot yang maksimal.
  • Jika tanah yang digunakan kurang subur maka jangan lupa untuk memeikan pupuk, baik pupuk kandang maupun pupuk hijau sewaktu tanah diolah.
  • Kemudian lakukan pemupukan ulang pada setelah umur tanaman sudah lima bulan.
  • Usahakan lahan selalu dalam kondisi bersih dan terawat, artinya apabila tumbuh rumput-rumput liar sebaiknya lakukan pembersihan.
  • Lakukan pemantauan hama atau pengendalian hama perusak seperti tikus dan lain-lain.


Pemanenan Singkong


  • Singkong adalah jenis tanaman jangka panjang, singkong bisa dipanen setelah berumur 10 bulan, lebih biaik jika sampai singkong berumur satu tahun. Cara memanen singkong adalah dengan cara mencabut batang singkong dan yang diambil adalah bagian umbinya. 
  • Setelah singkong sudah dipanen dan dipisahkan dari batangnya kemudian kumpulkan batang tanaman sebelum nantinya bisa digunakan sebagi bibit. 


Cara Menanam Jagung Dari Biji Hingga Panen

Cara Menanam Jagung Dari Biji Hingga Panen

Menanam Jagung - Di indonesia untuk cara menanam jagung pasti sudah tidaklah asing untuk kita dengar, sejak zaman dulu budidaya tanaman jagung kerap dilakukan oleh masyarakat untuk menopang ekonomi rakyat. Menanam jagung memiliki banyak sekali manfaat yaitu bisa sangat menguntungkan apabila jagung ditanam dalam skala yang besar.

Jagung sangat baik ditanam di Indonesia karena memiliki iklim tropis, kemudian di negara kita terdapat banyak sekali jenis varietas jagung yang bisa dibudidayakan, diantaranya yang paling populer seperti jagung bisi dan jaugung bonanza. Menanam tanaman jagung meliputi proses memilih bibit dan mengolah tanah hingga sampai panen. Hal-hal yang harus diperhatikan ketika memilih bibit jagung diantaranya adalah:

Memilih Bibit Jagung


  • Sebaiknya memilih bibit jagung kualitas unggul atau merk terkenal jika anda membeli di kios pertanian.
  • Hendaknya jagung yang akan digunakan sebagai bibit diambil dari batang jagung yang benar-benar berkualitas, besar, sehat dan bebas dari hama dan penyakit.
  • Pilihlah tongkol atau buah jagung yang masih terbungkus rapat jika anda menggunakan bibit buatan sendiri.
  • Dari buah jagung tadi sebaiknya ambil biji pada bagian tengahnya sebagai bibit.


Pengolahan Tanah


  • Tanah harus bersih dari sisah tanaman lama atau rumput-rumputan.
  • Tanah dibuat bedengan atau dicangkul dengan kedalaman 25 cm.
  • Setelah dicangkul, selanjutnya tanah bisa diratakan kembali.
  • Buatlah parit bedengan dengan baik tanaman jagung bisa mendapatkan air yang seimbang diwaktu hujan.
  • Sebaiknya sebelum menanam lahan sebaiknya di berikan kapur atau melakukan pengapuran untuk menurunkan tingkat keasaman tanah.


Cara Menanam Jagung


  • Agar tanah yang ditanami jagung menjadi subur, sebaiknya diberikan pupuk yang cukup. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk organik dan pupuk kimia.
  • Apabila jenis jagung besar ditanam dan tidak diselingi dengan tanaman lain, maka jarak yang baik ialah antara 90 x 60 Cm. kemudian sebaliknya apabila jenis jagung  kecil yang ditanam dan merupakan tanaman tunggal (tanpa ada tanaman lain), maka gunakan jarak tanam antara 80 x 40 Cm.
  • Apabila jagung digunakan sebagai tanaman penyelang, misalnya ditanam di antara tanaman lain misalnya seperti kacang, sayur-sayuran dan cabe, maka sebaiknya jarak tanam antara batang jagung adalah 200 x 80 Cm. sebaiknya dibuat agak jarang agar tidak mengganggu tanaman lain dalam hal mendapatkan sinar matahari.
  • Bibit jagung yang ditanam dimasukan ke dalam tanah dengan kedalaman 5 cm, dan setiap lubang bisa dimasukan 2-3 biji jagung. 
  • Setelah tanaman jagung mencapai ketinggian 30-40 cm tanah harus dibersihkan lagi dari rumput-rumput liar atau gulma. Kemudian tanaman jagung diberikan pupuk secukupnya supaya pertumbuhannya lebih cepat.


Pemeliharaan Tanaman Jagung


  • Tanaman jagung yang kelihatan layu sebaiknya dilakukan penyiraman.
  • Agar tanaman jagung lebih sehat dan mendapatkan hasil yang banyak sebaiknya gunakan pupuk kimia seperti Ponska, ZA, DS dengan dosis sesuai dengan kebutuhan.
  • Cara pemupukan bisa dilakukan dengan membuat lubang menggunakan kayu/tongkat, kemudian letakan pupuk pada lubang yang berada di sekitar tanaman jagung.
  • Setelah tanaman berumur satu bulan maka harus dilakukan penyiangan.
  • Lakukan pengobatan secara rutin, minimal seminggu sekali agar jagung tidak terkena penyakit.
  • Kemudian lakukan pengontrolan hama perusak seperti tikus, burung dan babi.


Memanen Hasil

Jagung yang sudah tua bisa dipanen dari batangnya, lalu kemudian bisa dijemur sampai kering. Setelah kering buah jagung bisa disimpan atau dilakakuan penggilingan untuk memisakan biji jangung dengan janggel jagung. Sebaiknya dalam penyimpanan jagung harus pada tempat yang aman dari gangguan hama seperti tikus.




Tata Cara Menanam Padi Sawah Lengkap

Tata Cara Menanam Padi Sawah Lengkap

Tata Cara Menanam Padi Sawah Lengkap - Padi adalah tanaman pokok yang sangat berpengaruh dalam kehidupan umat manusia. Di Indonesia sendiri pertanian padi masih menggunakan sistem tanam tradisional atau metode penanaman yang masih menggunakan lahan sawah. Perlu diketahui bahwa di negara-negara maju tata cara penanaman padi sudah sangat modern, misalnya saja di negara jepang.

Padi sawah ialah padi yang ditanam di tanah yang digenang dengan air selama kurun waktu tertentu hingga tahap pemanenan. Sebelum padi ditanam ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, persiapan yang perlu dilakukan ialah sebagai berikut:

  • Benih padi yang ditanam harus berkualitas unggul.
  • Proses penanaman harus benar dan dilakukan dengan persiapan yang baik.
  • Pengairan lahan harus sempurna agar padi bisa tumbuh secara optimal.
  • Kemudian adalah pemeliharaan harus teliti.


Memilih Bibit Padi Unggul

Di Indonesia terdapat banyak sekali varitas atau jenis tanaman padi, jenis padi memiliki perpedaan antara yang satu dengan yang lainnya baik dari bentuk, umur tanaman padi, banyaknya hasil, kualitas dan sebagainya. Untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah sebaiknya menggunakan bibit padi yang sudah terbukti kualitasnya. Padi unggul pada umumnya memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  • Tahan terhadap hama
  • Memiliki umur pendek/ cepat panen
  • Hasil yang didapat tinggi
  • Tidak mudah rusak atau rebah ketika tertiup angin


Penyemaian Bibit Padi

Untuk mendapatkan bibit padi yang baik, proses penyemain benih harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tempat penyemaian harus memenuhi persyaratan, yaitu tanah harus subur, tidak tertutup dan dekat dengan sumber air. Setelah tempat pesemaian sudah diberi pupuk secukupnya, kemudian benih/bibit padi sudah bisa ditaburkan. Lalu pada saat benih berumur sepuluh hari sebaiknya lakukan penyemprotan pestisida atau endrin agar hama pada lahan pesemaian mati. Untuk proses penyemaian sebaiknya benih sebelum ditanam diremdam selama satu malah untuk merangsang pertumbuhan bibit.

Mengolah Lahan Tanam Padi

Untuk mengolah lahan tanam padi sawah terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Pengolahan lahan meliputi proses pembersihan, pengairan, pencangkulan/pembajakan, pengangguran dan penanaman. 
  • Lahan sebelumnya yang sudah selesai dipanen sebaiknya dibersihkan dengan cara membersihkan sisa-sisa bekas tanaman padi sebelumnya.
  • Memperbaiki selokan-selokan, bendungan dan tempat pengairan lahan sawah.
  • Selanjutnya mengairi sawah sebelum dibajak agar supaya tanah menjadi lebih lunak.
  • Lakukan pembajakan mulai dari tepi dan dalamnya pembajakan antara 20 cm, pembajakan sebaiknya diulang sebanyak dua kali agar tanah benar-benar baik untuk ditanami.
  • Kemudian setelah lahan sawah sudah selesai dibajak, air pada petakan sawa sebaiknya dikurangi agar proses perataan tanah menjadi lebih mudah.
  • Apabila pengolahan lahan sawah sudah selesai dan bibit padi sudah cukup umurnya, maka penanaman sudah bisa dilakukan. 


Proses Penanaman Padi

Setelah lahan tanam sudah selesai dibuat maka selanjutnya adalah proses penanaman padi pada lahan terbuka. hal-hal yang perlu diperhatikan saat penanaman padi diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Bibit padi sudah bisa dipindahkan atau ditanam pada lahan terbuka ketika sudah berumur 25-40 hari. Proses penanaman meliputi tahap mencabut bibit hingga tahap menanam di lahan sawah. Bibit dapat dipindahkan ke sawah seelah ii padi memiliki daun lebeh kurang lima helai daun.
  • Agar bibit tidak rusak saat dicabut, sebaiknya lahan penyemaian harus digenaingi dengan air terlebih dahulu. Penggenangan ini bisa dilakukan dua hari sebelum bibit padi dicabut.
  • Pencabutan bibit harus dilakukan secara hati-hati, jangan sampai bagian bawah bibit putus atau patah. Usahakan mencabut bibit dilakukan dari pinggir terus kemudian baru ke tengah. Ketika bibit sudah dicabut sebaiknya langsung lakukan penanaman dan jangan  sampai bibit menginap.
  • Apabila daun bibit padi dirasa terlalu panjang, bisa dilakukan pemotongan untuk mengurangi terjadinya penguapan yang berlebihan.
  • Kemudian yang terpenting adalah perhatikan proses penanaman, menanam padi tidak boleh dilakukan secara sembarangan, sebaiknya bibit-bibit ditanam secara berbaris dan rapi. 
  • Usahakan akar bibit padi tidak terlalu dalam dan juga tidak terlalu dangkal. Kedalaman yang baik yaitu antara 4 cm, kemudian setiap satu lubang bisa ditanami 2-3 batang bibit padi.


Proses Pemeliharaan


  • Untuk mendapatkan hasil padi yang memuaskan maka yang harus diperhatikan oleh para petani adalah proses pemeliharaan harus benar dan teliti. Pemeliharaan tanaman padi meliputi penyulaman, penyiangan, pengairan, pemupukan dan pengobatan tanaman.
  • Tanaman padi hari dipeiksa seiap hari. Apabila terdapat yang mati maka harus dilakukan penyulaman atau diganti dengan bibit yang baru.
  • Setelah tanaman padi berumur dua minggu penyianan pertama harus dilakukan.
  • Kemudian penyiangan kedua dapat dilakukan ketika tanaman padi berumur enam minggu. 
  • Air atau saluran irigasi harus selalu mengalir, kemudian sangat penting untuk membuat saluran masuk air ke lahan sawah dan membuat saluran pembuangan air. 
  • Setelah dilakukan penyiangan tanaman padi bisa diberikan pupuk, baik berupa pupuk organik maupun pupuk kimia. 
  • Pengobatan tanaman dilakukan secara rutin untuk mencegah anuan hama dan penyakit padi. Gangguan yang paling umum pada tanaman padi adalah disebabkan oleh hama seperti tikus, burung dan serana penggerek batang.


Panen dan Perawatan Hasil Padi


  • Setelah melewati beberapa proses yaitu penyemaian, pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan maka selanjutnya ketika tanaman padi sudah tua dan cukup umur bisa dilakukan pemanenan. Padi yang mudah rontok sebaiknya harus dituai dengan cepat meskipun sebagian gabah masih berwarna hijau. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan ketika buah padi sudah masak sekitar 80% dari keseluruhan dan jangan menunggu sampai padi masak 100%, karena hal itu justru akan merugikan petani itu sendiri. Apabila padi terlalu masak akan lebih mudah rontok saat tergena hujan dan saat pemanenan. 
  • Kemudian agar proses pemananan menjadi lebih mudah maka sepuluh hari sebelum sawah dipanen sebaiknya pengairan lahan sudah dihentikan.