Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Pengendalian Dan Pengobatan Daun Cabai Keriting

Pengendalian Dan Pengobatan Daun Cabai Keriting
Daun Cabai Keriting
Keriting daun pada tanaman cabai sudah menjadi permasalahan serius yang dialami oleh para petani cabai di Indonesia. Keriting daun dapat menyebabkan gagal panen atau menurunkan produktivitas cabai. Dalam hal ini perlu adanya teknik pengendalian yang mampu memecahkan permasalahan ini, dan faktanya cabai keriting sudah menjadi momok dan topik pembicaraan di kalangan petani baik pada diskusi-diskusi di forum media sosial dan sejenisnya. bahkan banyak dari para petani cabai yang bertanya apa obat untuk cabai keriting? hama yang menyebabkan cabai keriting? untuk itu penulis akan sedikit menjelaskannya pada artikel ini.

Sebelum melakuan pemecahan permasalahan ini sebaiknya terlebih dahulu memahami apa penyebab cabai keriting. Tanaman cabai sangat rawan terserang keriting bisanya ketika musim kemarau, apalagi untuk saat ini keadaan iklim di negara kita ini sangat tidak menentu. Kemudian penyebab lain keriting daun  kemungkinan adalah disebabkan oleh hama-hama perusak seperti Thrips dan tungau (kutu daun)

Thrips merupakan hama yang berukuran kecil dan pengendaliannya cukup susah. Sasaran utama hama thrips adalah bagian daun tanaman dan biasanya hama ini bersembunyi di bagian bawah daun dan kemudian menghisap cairan pada daun serta menyebarkan virus. Kemudian masalah seriusnya adalah hama ini dapat berkembang biak dengan cepat seperti halnya tungau. Thrips dapat bertelur dan menetas hingga jumlah ribuan dalam waktu yang sangat singkat. Untuk lebij jelasnya mengenai penjelasan hama thrips dan tungau (kutu daun) anda bisa membaca tulisan Hama Thrips.

Lalu bagaimana cara pengendalian keriting daun pada tanaman cabai?
Sudah diketahui bahwa penyebab utama keriting daun adalah disebabkan oleh hama thrips dan kutu daun (tungau) dan juga dipengaruhi oleh faktor iklim. Maka pengendalian yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

Melakukan Sanitasi Lahan

Sanitasi adalah pembersihan lahan agar hama dan penyakit tidak dapat berkembang biak. Sanitasi bisa dilakukan sebagai pencegahan supaya tanaman cabai tidak terserang keriting daun. Cara melakukan sanitasi bisa dengan cara melakukan pembersihan dan perapian lahan, misalnya membersihkan lahan dari kotoran-kotoran pada saat pra tanam. Karena kondisi lahan yang kotor dapat memicu perkembangan bakteri dan hama-hama yang dapat merusak tanaman. Sebagai contoh lahan yang baru selesai di bongkar atau akan dilakukan pergantian tanaman, akan tetapi lahan tersebut masih terdapat sisah-sisah kotoran dari bekas tanaman sebelumnya seperti ranting, akar, bekas mulsa dan sejenisnya. Akibat hal itu dikawatirkan akan memicu munculnya hama dan penyakit.


Membersihkan Gulma Secara Rutin

Gulma adalah rumput liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman dan juga akan mengambil makanan tanaman peliharaan. Selain menghambat pertumbuhan cabai, gulma dapat memicu perkembangbiakan hama. Dengan pembersihan gulma akan memberikan banyak sekali keuntungan yaitu tanaman akan lebih subur karena tidak berebut makanan dengan gulma, pertumbuhan tanaman akan jauh lebih cepat, tanaman akan lebih produktif dan yang paling utama adalah mengurangi perkembangbiakan hama dan penyakit.


Jauhkan Tanaman Dari Tanaman Sejenis Yang Lebih Tua

Sering sekali para petani melakukan kesalahan dengan menanam tanaman sejenis di dekat tanaman sejenis yang lebih tua. Perlu diketahui bahwa tanaman yang sudah berusia tua akan menjadi sarang dari hama dan kemudian setelah tanaman itu habis maka hama akan berpindah menyerang ke tanaman yang lebih muda. Untuk itu sebaiknya  tanaman sejenis yang lebih tua harus berada jauh dari tanaman yang muda.


Tidak Menanam Pada Lahan Bekas Cabai

Lahan yang sebelumnya telah ditanami cabai sebaiknya jangan langsun ditanami cabai lagi. Dalam ilmu pertanian sangat dianjurkan untuk melakukan penggiliran tanaman guna menghindari gagal panen. Kenapa tidak boleh menanam pada lahan bekas tanaman sejenis? Bukannya tidak boleh, tapi apabila dilakukan pasti dalam pengendalian hama dan penyakit akan sangat berat dan lebih susah. Alasan yang masuk akal adalah lahan bekas tersebut masih terdapat sisah-sisah hama dan penyakit yang sebelumnya.


Pengendalian Daun Cabai Keriting Dengan Obat

Apabila tanaman cabai sutah terserang keriting daun maka pengendalian yang harus dilakukan adalah dengan pengobatan berupa pemberian insektisida dan akarisida. Insektisida berfungsi untuk membasmi hama perusak tanaman jenis serangga. Insektisida yang bisa digunakan yaitu Curacron, Regent, Biocron, Lannet dan lain-lain. Selanjutnya adalah pengobatan berupa pemberian akarisida yang berfungsi untuk membasmi hama jenis kutu. Akarisida yang bisa dikunakan untuk pengendalian cabai keriting adalah Agrimec, Demolish, Samite dan sejenisnya. Serta bisa juga diberikan tambahan pupuk daun untuk tahap pemulihan. Pemberian pestisida harus dilakukan sesuai dosis atau takaran yang benar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikian artikel pengendalian keriting daun pada tanaman cabai ini saya buat. Apabila terdapat kesalahan atau kekurangan pada semua yang saya sampaikan harap dikoreksi. Semoga tulisa ini bisa bermanfaat dan menjadi ilmu yang sangat berguna bagi pembacanya dan berbuah pahala bagi penulisnya.


Memahami Morfologi Cabe Rawit

Memahami Morfologi Cabe Rawit

Memahami Morfologi Cabe Rawit - Untuk melakukan budidaya cabai rawit sebaiknya kita harus memahami terlebih dahulu tentang morfologi tanaman cabai rawit sebagai ilmu dan pengetahuan dasar sebelum melakukan budidaya. Lalu apa itu morfologi? Morfologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk dan struktur dari makhluk hidup, baik itu hewan ataupun tumbuhan. Ditinjau dari segi morfologi pada tanaman cabai rawit terdapat beberapa bagian atau organ-organ penting yaitu sebagai berikut. 

Batang
Cabai rawit merupakan salah satu tanaman yang memiliki struktur batang berupa kayu yang berbentuk bulat, memiliki cabang yang banyak dan cenderung berwarna hijau tua atau hijau gelap. Pada tahap pertumbuhan awal batang cabai rawit hanya memiliki satu batang inti dari satu benih yang ditanam. Setelah cabai tumbuh hingga ketinggian 25-50 cm maka akan muncul tunas-tunas baru dari batang inti yang kemudian akan menjadi cabang batang.

Daun
Organ penting yang kedua dari tanaman cabai rawit adalah daun. Daun cabai rawit hampir mirip dengan cabai-cabai jenis lainnya pada umumnya, akan tetapi apabila dilihat secara jelih akan tampak jelas berbeda. Daun cabai rawit bentuknya hampir lebih bulat dan memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dengan cabai jenis lain.

Bunga
Bunga pada tanaman cabai rawat merupakan hasil dari penyerbukan, baik penyerbukan yang dilakukan oleh satu tanaman atau dengan penyerbukan secara silang (penyerbukan yang berasal dari tanaman cabai rawit yang berbeda). Layaknya pada tanaman buah pada umumnya, bunga tanaman cabai rawit nantinya juga akan berubah menjadi buah, dan biasanya bunga akan tumbuh pada bagian ketiak batang dan ranting. Akan tetapi setelah dilakukan pemanenan secara berulang maka bunga akan muncul juga di bagian ranting-ranting yang kecil.

Buah
Buah adalah hasil dari proses penyerbukan yang dimana sebelumnya adalah berupa bunga yang kemudian menjadi putting buah. Mengenai buah cabai rawit pastinya bentuknya lebih kecil dan pendek dibandingkan dengan cabai besar dengan ukuran 2-4 cm. sebenarnya untuk ukuran buah cabai rawit sendiri sangatlah bervariasi sesuai dengan jenis dan varietasnya masing-masing, begitu juga dengan penampilan warnanya, yaitu hijau, hijau muda, hijau tua, hijau kemerahan dan sebagainya. Selanjutnya tingkat kepedasan juga dipengaruhi oleh jenis dan varietasnya, tercadat buah yang tingkat kepedasannya rendah, sedang dan tinggi.

Biji
Bentuk biji tanaman cabai rawit adalah bulat pipih yang melekat pada empulur apabila dikelupas bagian kulitnya kemuidan berwarna putih dan apabila dikeringkan akan berwarna agak kuning pucat. Biji sangat berguna untuk perkembangbiakan tanaman cabai, para petani bisa melakukan perbanyakan tanaman cabai dengan menggunakan biji dengan cara yang bervariasi.

Akar
Selanjutnya adalah akar tanaman cabai rawit merupakan jenis akar tunggang, yaitu akar yang berbentuk memanjang menghunus tanah dan disertai serabut-serabut disekelilingnya. Akar berfungsi sebagai organ yang menyerap makanan tanaman dan air. Serta dengan bantuan akar tanaman akan dengan cepa menyerap pupuk dan unsur hara pada tanah. Akar tanaman cabai rawit akan mesuk ke dalam tanah dan menyebar hingga hampir 30 cm.

Pada tanaman cabai rawit setidaknya terdapat enam organ inti yaitu batang, daun, bunga, buah, biji dan akar. Dengan mengetahui organ-organ inti ini pasti akan memunculkan sebuah gambaran tentang cabai rawit di benak saudara sekalian. Semoga tulisan ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat dan berguna untuk kita semua.

Metode Penyemaian Biji Cabe Untuk Menghasilkan Bibit Kualitas Unggul

Metode Penyemaian Biji Cabe Untuk Menghasilkan Bibit Kualitas Unggul - Pada artikel sebelumnya admin sudah membahas tentang Panduan Tani Cabe Rawit Hasil Melimpah dan sedikit menyinggung mengenai metode penyemaian. Akan tetapi pada tulisan sebelumnya  admin hanya membahas sekilas mengenai metode penyemaian tradisional. Pada artikel ini admin akan membahas lebih rinci mengenai metode penyemaian cabe yakni adalah metode penyemaian menggunakan polybag, metode penyemaian steril pro dan metode penyemaian gelintir.
Penyemaian Biji Cabe
Picture by Aak Kenzo (Komunitas Petani Cabe Indonesia)
Secara pengertian penyemaian dapat diartikan menyemaikan benih, menumbuhkan biji jadi benih untuk di pindah ketempat penanaman. Contohnya penyemaian benih cabai dari biji dan kemudian setelah siap tanam cabai dipindah kelahan terbuka. Tujuan utama dari penyemaian adalah untuk menghemat bibit dan menghindari risiko bibit mati sebelum ditanam. Artinya dengan penyemaian petani akan lebih mendapat keuntungan, yaitu memudahkan untuk merawat benih, bisa selalu mengontrol pertumbuhan benih dan yang terpenting benih bisa tumbuh dengan baik saat akan dipindahkan ke lahan terbuka.

Berikut ini adalah metode penyemaian yang bisa digunakan:
Metode Penyemaian Dengan Polybag
Sistem tanam menggunakan polybag ini sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun. Saat ini tidak hanya para petani yang bisa melakukannya, banyak sekali orang-orang non petani yang berhasil melakukan budidaya tanaman dengan menggunakan polybag, baik untuk dikonsumsi sendiri ataupun untuk dijual. Tetapi yang perlu digaris bawahi yaitu kata budidaya dan penyemaian, jika budidaya berarti tanaman memang benar-benar ditanam pada polybag dari biji hingga proses panen dan sedangkan penyemaian berarti tanaman masih akan dipindah ke lahan terbuka untuk pembesaran hingga pemanenan. Jadi tentu ukuran polybag atau plastik polybag untuk penyemaian berbeda dengan polybag untuk budidaya. 
Penyemaian dengan menggunakan polybag merupakan metode yang cukup sederhana dan memiliki banyak sekali keuntungan, yaitu:
  1. Penyemaian menggunakan polybag bisa dilakaukan dimanapun, anda bisa menyemai menggunakan polybag di rumah atau di tempat-tempat di sekitar perumahan.
  2. Risiko kematian bibit sangat kecil, karena tidak mudah terserang hama dan penyakit.
  3. Sangat mudah untuk memonitoring tanaman pada polybag dan juga perawatannya lebih simpel.
  4. Tanaman yang disemai dengan menggunakan polybag tidak mudah mati saat dipindah kelahan terbuka, dengan kata lain tanaman bisa langsung hidup saat tahap pemindahan. 
  5. Akan lebih mudah untuk mengatasi bibit yang gagal tumbuh dengan metode semai polybag dengan langsung mengganti biji tanaman yang tidak tumbbuh.

Kekurang metode semai menggunakan polybag:
  1. Dari segi biaya, penyemaian dengan polybag lebih mahal dibandingkan dengan penyemaian tradisional.
  2. Benih yang disemai pada polybag tidak bisa terlalu banyak. Misalnya satu polybag hanya bisa untuk menyemai satu atau dua biji tanaman saja, jadi apabila ingin menyemai hingga ribuan benih metode ini akan menghabiskan banyak biaya dan juga lahan.  
 
Metode Penyemaian Steril Pro
Metode ini adalah salah satu metode penyemaian yang paling sering digunakan oleh para petani seluruh penjuru dunian. Kalau menurut admin  metode ini adalah “metode awal”, jadi teknik ini masih memerlukan metode penyemaian yang lainnya untuk dapat dilakukan. Jadi dengan kata lain metode penyemaian steril pro adalah metode pendukung yang tujuannya untuk mempercepat tumbuhnya tanaman.
Kelebihan metode penyemaian steril pro:
  1. Bisa mengetahui biji yang rusak atau tidak layak ditanam dengan menggunakan metode steril pro.
  2. Merupakan terobosan baru dalam bidang pertanian modern.
  3. Memungkinkan tanaman yang disemai dengan metode ini dapat tumbuh secara serentak.
  4. Meminimalisir kemungkinan bibit tidak tumbuh.

Kekurangan metode penyemaian steril pro:
  1. Proses pensterilan yang cukup rumit dan mungkin sulit untuk dilakukan bagi yang masih awam menggunakan metode semai ini.
  2. Masih membutuhkan metode penyemaian lain, misal metode penyemaian steril pro masih harus didukung dengan penyemaian polybag.

Metode Penyemaian Gelintir
Metode penyemaian gelintir ini merupakan metode yang sangat baru, dan metode ini sebenarnya belum pernah admin praktekan secara langsung. Jadi mengapa admin memasukan metode gelintir pada artikel ini? Tujuannya hanya sekedar sharing informasi dan menambah wawasan bagi pembaca. Terlebih lagi admin belum pernah mempraktekannya dalam sekala besar, jadi belum bisa menyimpulkan kelebihan dan kekurangan metode ini.
Teknik semai ini memang bisa dilakukan dengan mudah dan biaya yang tidak terlalu besar. Teknik semai ini tidak memerlukan media tanam seperti pot atau polybag dan memang layaknya hanya seperti penyemaian tradisional. Akan tetapi cara peletakan bibit/biji tanaman sangat berbeda dengan enyemaian tradisional.

Pastinya dari ketiga metode penyeemaian yang dijelaskan di atas memiliki kelibihan dan kekurang masing-masing dan perlu diingat bahwa setiap petani memiliki teknik, metode dan cara-caranya tersendiri dalam menyemai tanaman cabai rawit ataupun cabai besar.
Untuk tulisan ini, apabila ada kesalahan dan ketidak sesuaian kami mohon maaf dan apabila terdapat kekurangan bisa dikoreksi dan ditanggapi dengan berkomentar di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Pembahasan Cabai Rawit


Pembahasan Cabai Rawit - Bagi masyarakat Indonesia tentunya sudah tidaklah asing apabila mendengar sebutan cabai rawit. Cabai rawit sudah bisa dibilang sebagai kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia, hampir semua orang menyukai cabai yang merupakan salah satu komoditas sayuran ini dan terlebih lagi cabai memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan dengan sayuran-sayuran lainnya. sebenarnya Budidaya Cabe Rawit sangatlah menjanjikan dan mungkin bisa mengangkat perekonomian petani.

Benua Amerika adalah dimana tanaman cabai pertama kali dikembangkan terutama di Negara Colombia hingga menyebar ke Amerika Latin lalu hingga mendunia. Cabai masuk ke Indonesia pada awalnya di bawa oleh para pedagang yang berasal dari Negara Spanyol dan Portugis. Sebenarnya terdapat lebih dari 20 jenis cabai yang kebanyakan hidup di benua amerika, tapi sangat disayangkan hanya sedikit dari jenis cabai itu yang terdapat di Indonesia.

Di Indonesia sendiri produktivitas cabai masih sangatlah kurang bahkan terkadang bisa dikatakan sangat buruk. Melihat dari masalah yang telah dijelaskan di atas bahwa produktivitas cabai rawit di Indonesia masih sangat lemah bisa saja menjadi peluang bagi para petani cabai untuk menjadi lebih baik lagi. Bukan hanya masyarakat lokal yang membutuhkan cabai, bahkan masyarakat internasional menganggap bahwa terpenuhinya kebutuhan cabai adalah hal yang harus diwujudkan. 

Rendahnya produktivitas cabai baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu varietas tanaman cabai, kondisi geografis, teknik budidaya, dan organisme pengganggu tanaman.  

Jadi untuk kedepannya, sebagai petani cabai langkah yang harus di benahi adalah:
1. Varietas Tanaman Cabai Rawit
Varietas adalah sekelompok tanaman dari suatu jenis atau spesies yang ditandai oleh bentuk dan pertumbuhan tanaman, daun, bunga, buah, biji, dan ekspresi karakter atau kombinasi genotype yang dapat membedakan dengan jenis atau spesies yang sama oleh sekurang-kurangnya satu sifat yang menentukan dan apabila diperbanyak tidak mengalami pertumbuhan.
Saat ini di Indonesia sudah banyak sekali varietas dari cabai rawit yang bisa dikembangkan tentunya dengan nama, kelebihan, kelemahan dan keunikan masing-masing, misalnya Nirmala, Santika, Sonar, Cakra Hijau dan masih banyak lagi. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah bagaimana cara dari para petani dan orang-orang yang terkait dengan kegiatan pertanian bisa berupaya untuk meningkatkan produktivitas cabai rawit.

2. Kondisi Geografis
Keadaan suatu tempat sangat mempengaruhi proses tumbuh kembang dari tanaman. Akan tetapi kita ketahui bahwa Indonesia mempunya iklim tropis dan sangan bagus untuk pertanian, terlebih lagi sudah banyak peneliti yang mengungkapkan bahwa cabai rawit cocok atau bisa dibudiayakan di Indonesia.

3. Teknik Budidaya
Teknik budidaya tanaman merupakan proses menghasilkan bahan pangan dan Kekurangan pangan seolah olah sudah menjadi persoalan akrab dengan manusia. Dengan kata lain teknik budidaya adalah cara yang digunakan untuk mendapatkan hasil tanam yang bagus. Teknik budidaya yang baik akan mendapatkan hasil yang melimpah. Tapi sudahkah itu terealisasi? Sepertinya masih kurang, kita lihat saja saat ini teknik pertanian Negara kita masih tertinggal dengan Negara-negara maju seperti Jepang, Singapura yang bahkan hanya memiliki lahan yang terbatas. Untuk itu ini adalah PR bagi generasi penerus Indonesia.

4. Organisme Pengganggu Tanaman
Kita biasa mengenalnya denga hama-penyakit.  Hama adalah binatang atau hewan yang merusak dan mengganggu tanaman peliharaan, sedangkan penyakit adalah kerusakan pada tanaman yang diakibatkan karena iklim, cuaca, virus dan lain-lain. Pengendalian organisme pengganggu tanaman di Indonesia masih membutuhkan biaya yang sangat mahal. Kenapa begitu? Hal itu sangat dirasakan oleh petani yang kebingungan dalam pengendalian tanaman yang membutuhkan biaya yang sangat tinggi (pupuk, obat, sarana-prasaran dll) yang bahkan tidak sesuai dengan hasil mereka ketika gagal panen.

Sebearnya Negeri kita adalah negeri yang makmur. Dalam pengembangan dan pembudidayaan demi meningkatkan produktivitas cabe rawit di Indonesia bukan hanya sekedar menanam sesuai dengan keadaan yang ada. Karena kita harus mempertimbangkan dan bisa mengetahui hal-hal yang munkin terjadi dalam proses pengembangan budidaya cabe rawit tersebut. Baik dalam hal biaya maupun kemampuan dalam mengolah cabe rawit tersebut.


Hama Tungau Pada Tanaman

Hama Tungau Pada Tanaman
Hama Tungau Pada Tanaman - Berdasarkan definisi Wikipedia, tungau adalah hawan yang berukuran kecil (tungkai delapan) dan merupakan subordo dari Acarina. Perlu dikethui bahwa tungau berbeda dengan kutu, walaupun tungau dan kutu memiliki ukuran yang sama-sama kecil akan tetapi berbeda. Kutu itu sendiri lebih dimasukan atau dikategorikan sebagai serangga (insecta), sedangkan tungau lebih didekatkan atau dikategrorikan laba-laba.

Masa Hidup Tungau

Tungau dapat menetas atau berkembang biak dalam waktu 3 hari dengan kondisi kering dengan suhu optimal 27 derajat Celcius, setu induk tungau betina dapat bertelur hingga 20 butir telur per hari dan memiliki masa hidup 2 sampai 4 minggu dan juga satu indukan tungau dapat menetaskan ratusan telur. Perkembangan tungau terjadi sangat cepat, tungau dapat dewasa secara seksual hanya dalam waktu lima hari saja. Dan perlu diketahui bahwa satu indukan tungau bisa berkembang biak hingga satu juta ekor hanya dalam waktu satu bulan. Dengan tingkat reproduksi (berkembang biak) yang sangat cepat memungkinkan tungau untuk beradaptasi hingga dapat bertahan dari pestisida, hal ini menyebabkan sangat sulit untuk mengendalikan hama tungau dan penggunaan pestisida yang sama secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama.

Perkembangbiakan tungau bersifat diploid dan haploid. Tungau dengan kelamin betina bersifat diploid dan tungau dengan kelamin betina bersifat haploid. Dengan kata lain, telur yang dibuahi oleh tungau jantan akan menghasilkan tungau betina dan sebaliknya, apabila telur tidak dibuahi oleh tungau jantan maka akan menhasilkan tungau jantan.

Hama tungau merusak tanaman pada bagian daun dengan menusuk daun tanaman dan menghisap cairan yang terdapat pada daun tanaman. Sehingga kerusakan yang diakibatkan oleh hama tungau tidak bisa diremehkan, dimana bagian daun merupakan bagian penting pada tanaman untuk mendapatkan makanan. Tidak hanya itu, hama tungau mampu beradaptasi pada berbagai macam habitat dan bisa menyerang dan merusak semua jenis tanaman, serta hama tungau kemungkinan bisa merusak bagian batang dan bukan tidak mungkin menyerang bagian buah tanaman.


Jenis-jenis hama tungau yang sering menyerang tanaman

Tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus)

Hama tungau ini dominan menyerang tanaman cabai, cabai rawit, tomat, terong, dan tanaman sejenisnya yang bisa berdampak terhadap kerusakan daun pada tanaman.

Tungau Merah (Tetranychus bimaculatus dan Tetranychus cinnabarinus)

Tungau merah hanya memiliki umur hidup kurang lebih 15 hari, akan tetapi perkembang biakan tungau merah sangatlah cepat dan mengelami beberapa kali perubahan. Usia muda tungau berwarna merah jambu, dan mengelami beberapa kali pergantian kulit sehingga pada akhirnya akan menjadi tungau dewasa dan berwarna merah.

Steneotarsonemus bancofti

Tungau jenis ini lebih dominan menyerang tanaman tebu dan sejenisnya.


Gejala Umum Serangan Tungau

Hama Tungau menyerang tanaman dengan bersembunyi di balik daun bagian bawah dan kemudian menyerang tanaman dengan menghisap cairan yang terdapat pada daun tanaman. Akibat dari itu akan menyebabkan daun tanaman memnjadi rusak dan muncul bintik-bintik kering pada daun. Daun yang terserang hama tungau akan terlihat seperti saringan the dan bintik-bintik akan menghitam dan lama-kelamaan akan berlubang.

Sumber Gambar: rilbudiman7.mywapblog.com

Peluang Budidaya Sayuran Yang Menjanjikan

Peluang Budidaya Sayuran
Sumber Gambar: pusat.baznas.go.id
Prospek Agribisnis Sayuran Jika kita melihat prospek dan peluang agribisnis sayuran memang sangatlah menjanjikan. Agribisnis adalah suatu usaha bisnis yang bergerang di bidang pertanian dan bidang-bidang yang mendukung pertanian.


Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan begitu pentingnya sayuran terhadap kehidupan manusia menyepabkan pergerakan pertanian di Indonesia menuju ke arah yang lebih baik. Indonesia adalah Negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia yaitu dengan 250 juta orang dan mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani. Dimana kondusi yang demikian ini akan membuka peluang yang sangat besar bagi keberhasilan kegiatan usaha sayur (palawija).



Kebanyakan penduduk Indonesia yang menjalankan pertanian di bidang sayur kebanyakan adalah yang berada di daerah dataran tinggi, karena faktor iklim dan cuaca di dataran tinggi lebih mendukung untuk bercocok tanam sayuran. Akan tetapi, hal yang demikian tidak menuntut kemungkinan untuk mengembangkan agribisnis/tani sayuran di dataran rendah, justru faktanya harga jual sayuran di dataran rendah lebih tinggi di bandingkan di dataran tinggi. Maka itu dapat dijadikan sebagai peluang yang menjanjikan untuk mengembangkan budidaya sayuran di dataran rendah. 



Biasanya wilayah yang berada di dataran rendah akan mengimpor sayuran dari daerah dataran tinggi, dan permintaan pasar yang selalu meningkat akan kebutuhan sayur. Misalnya harga sawi di wilayah A yang berlokasi di dataran tinggi adalah Rp.2000 dan kemudian Permintaan Sauran jenis sawi di kota B yang berada di dataran rendah Rp.4000, dengan begitu sudah jelas selisih harga pada kedua wilayah yang berbeda. Pertanyaannya adalah? Bagaimana jika anda bisa mengembangkan budidaya sayuran dan bisa menambah stok untuk memenuhi permintaan? Tentunya peluang itu akan sangat terbuja lebar. 



Sebagai manusia sayuran merupakan kebutuhan yang sangat dibutuhkan. Setiap orang butuh sayuran untuk memenuhi nutrisi pada tubuhnya. Tidak hanya itu, para pelaku usaha kuliner sangatlah membutuhkan sayuran, supermarket dan sebagainya. Jadi dengan begitu sasaran pemasaran sayuran sudah bisa dilihat dengan jelas bahwa peluang budidaya sayuran sangatlah menjanjikan.



Lalu bagaimana langkah untuk menjalankan bisnis tani sayuran? Sebelum anda memulainya sebaiknya anda memperhayikan hal-hal berikut:


Jenis sayuran yang akan ditanam
Pertama anda harus menentukan sayuran jenis apa yang akan dibudidayakan, yang harus diperhatikan adalah apakah sayuran memiliki nilai jual yang bisa bersaing, apakah sayuran bisa dikembang-biakan di daerah anda?

Memilih lahan
Selanjutnya adalah lahan, kegiatan usaha tani harus didukung dengan adanya lahan. Lahan bisa berupa lahan lapang atau lahan tani organic dengan menggunakan polybag atau pot.

Memperhatikan waktu penanaman
Waktu penanaman diantaranya adalah memperhatikan iklim dan musim. Karena tidak semua jenis tanaman bisa ditanam pada iklim dan cuaca yang sama.


Contoh dari usaha budidaya sayur yang bisa dikembangkan misalnya menanam sayur sawi dengan menggunakan pot/polybag. Anda memiliki keterbatasan lahan? Jadi anda bisa mengembangkan pertanian melalui polybag/pot. Seperti Negara-negara maju telah menjalankan teknik pertanian tersebut, dengan lahan yang terbatas bisa mendapatkan hasil yang luar biasa. 



Misalnya di Negara Jerman, pertanian di jerman sudah menggunakan teknologi yang canggih seperti home industry dan ternyata orang yang bekerja sebagai seorang petani di Jerman sangatlah di hormati, berbeda sekali dengan Negara kita.

Begitulah gambaran peluang bisnis sayuran yang bisa saya jelaskan, anda bisa mencobanya dan anda juga bisa mencari informasi tentang cara perawatan dan pengendalian tanaman untuk menambah pengetahuan. Semoga tulisan ini berguna dan bermanfaat.

Hama Thrips Pada Tanaman

Hama Thrips

Thrips adalah hama yang menyerang bagian daun tanaman dan bisa menyebabkan daun menjadi keriting yang menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Hama ini bentuknya sangat kecil hampir mirip seperti wereng yang menyebabkan daun tanaman menjadi menggulung. Hama thrips ini menyerang tanaman dengan menyerap cairan yang ada di bawah daun, dan sangat jelas apabila daun mengeriting ke atas kemungkinan disebabkan oleh thrips. 

Hama thrips ini biasanya menyerang tanaman cabai, bawang dan sejenisnya, akibatnya akan menyebabkan tanaman menjadi tidak produktif seperti kurangnya buah pada tanaman yang berbuah seperti cabai dan kurangnya berat seperti pada tanaman bawang dan sejenisnya. Selain itu, apabila thrips menyerang tanaman yang masih berusia sangat muda besar kemungkinan bisa menyebabkan mati. Jadi tidaklah heran bila terjadi gagal panen atau hasil panen tidak sesuai akibat hama thrips ini. 

Contohnya saja banyak petani cabai yang merugi karena terserang penyakit keriting. Sudah jelas apabila cabai yang terkena penyakit keriting yang disebabkan oleh hama thrips ini bisa saja gagal panen atau panen tidak sesuai dan terebih lagi saat ini faktor cuaca atau iklim di Indonesia menjadi sangat ekstrem sehingga para petani tidak bisa menebaknya. 

Cara Mencegah Pertumbuhan Hama Thrips.

1. Usahakan lahan yang ditanami bersih dari rumput (Gulma)

Apabila di sekeliling tanaman di tumbuhi rumput-rumput dikuatirkan akan mempercepat pertumbuhan hama thrips. Bukan berarti harus bersih tidak ada rumput, yang saya maksudkan adalah rumput jangan sampai terlalu tinggi sehingga menutup tanaman.

2. Menggunakan plastik mulsa untuk menutup bedengan.

Dengan menggunakan plastic mulsa akan menghambat pertumbuhan rumput (gulma) dan juga akan mempermudah perawatan tanaman menjadi lebih efisien.

3. Hindari menanam tanaman yang terlalu rapat.

Tanaman yang ditanam terlalu rapat juga tidak baik, karena akan memicu pertumbuhan hama dan di sisi lain juga tanaman yang terlalu rapat pertumbuhannya akan menjadi lebih lambat.

4. Menggunakan Insektisida.

Melakukan penyemprotan menggunakan Insektisida secara rutin untuk menghindari dan mencegah pertumbuhan hama.

Cara pengendalian tanaman yang terkena hama thrips:

1. Lakukan pengobatan dengan melakukan penyemprotan Insektisida secara rutin serta gunakan insektisida yang sesuai untuk masing-masing tanaman. Jika tanaman sudah terkena hama thrips penyemprotan bisa dilakukan tiga hari sekali dan bila tidak terserang bisa dilakukan penyemprotan seminggu sekali. 
2. Usahakan pengobatan dilakukan sebelum terserang hama. Perawatan yang belum terkena hama pastinya akan lebih mudah untuk dikendalikan.

Demikianlah artikel tentang hama thrips ini saya buat. Apabila ada kesalahan saya mohon maaf dan apabila ada kekurangan bisa di tambahkan pada komentar di bawah postingan ini. Terimakasih. .

Masalah yang Menimpa Petani Di Indonesia

Pertanian

Pertanian adalah sektor penopang kehidupan bagi masyarakat indonesia dan juga sebagai bagian terpenting perekonomian indonesia. Hampir sebagian besar masyarat kita bermata pencaharian sebagai petani dan tinggal di daerah pedesaan. Namun pada kenyataannya, pertanian di indonesia masih banyak mengalami permasalahan dan bahkan belakangan ini terdapat isu-isu bahwa kementerian pertanian mengungkapkan sebanyak 500 ribu petani beralih mencari pekerjaan lain setiap tahunnya. Hal ini disebabkan akibat banyaknya masalah-masalah yang dialami para petani dan sering sekali mengalami kerugian. 

Saat ini seharusnya pertanian indonesia sudah mengarah ke arah yang lebih baik dengan menggunakan yang namanya teknologi pertanian. Tetapi hal tersebut barulah menjadi rencana program pemerintah yang masih butuh waktu untuk mewujudkannya. Kemudian Kementrian pertanian indonesia mengungkapkan setidaknya masalah-masalah pertanian di indonesia diantaranya:

1. Kurangnya Fasilitas Infrastruktur

Infrastruktur yaitu segala yang berkaitang dengan fasilitas yang mendorong dan mendukung kegiatan pertanian. Semakin baik ketersediaan infrastruktur maka akan semakin memudahkan petani dalam melakukan pekerjaannya dan juga akan menjadi lebih efisien. Contoh dari infrastruktur tersebut misalnya saluran irigasi, dengan demikian apabila saluran irigasi tersedia pastinya petani akan lebih mengirit biaya. Akan tetapi kenyataannya dalam memenuhi infrastruktur ini haruslah ada dukungan dan bantuan dari pemerintah. 

2. Ketersediaan Bibit (benih tanaman)

Setiap petani pasti membutuhkan benih untuk memulai penanaman hingga proses pemanenan. Akan tetapi terkadang ketersediaan benih di indonesia ini masih sering kekurangan atau mutus. Banyak petani yang mengeluhkan masalah kelangkaan bibit dan berharap pemerintah dapat segera menangani dan memenuhi ketersediaan. Akibat kelangkaan bibit biasanya akan menyebabkan harga dari bibit tersebut melonjak tinggi.  Hal tersebut pastinya akan menyengsarakan petani, terlebih lagi apabila petani yang minim modal.

3. Ketersediaan Pupuk

Pupuk adalah faktor pendukung jalannya proses pertanian. Masalah pupuk ini sama halnya dengan masalah benih dan lebih mengarah kepada kelangkaan dan harga yang terlalu tinggi dan serta beredarnya pupuk-pupuk ilegal yang pastinya sangat mahal. Tidak mungkin seorang petani hanya mengandalkan pupuk kandang, pastinya juga perlu didukung dengan pupuk kimia seperti urea,KCL, phonska dan sebagainya. Tapi bagaimana jika pupuk-pupuk tersebut langka? Pastinya akan berdampak buruk terhadap petani.


4. Masalah Pemahaman Terhadap Obat Tanaman

Banyak dari petani di indonesia yang tidak begitu paham dengan obat-obat pertanian, misalnya fungisida, pestisida, herbisida dan juga masalah pengendalian hama dan penyakit. Kurangnya pengetahuan tersebut pasti akan berpengaruh terhadap hasil panen bahkan bisa menyebabkan kegagalan panen. Memang saat ini sudah banyak penyuluh pertanian dari perusahaan-perusahaan obat tanaman misalnya dari Perusahaan DGW, Perusahaan Syngenta dan sebagainya untuk membimbing para petani dalam memahami produk obat tanaman. Akan tetapi terkadang penyuluhan tersebut belumlah tepat sasaran.

5. Masalah Iklim

Masalah iklim seharusnya tidak bisa di jadikan alas an petani. Akan tetapi akibat perubahan iklim di Indonesia dampaknya telah dialami sebagian besar petani. Bahkan saat ini di Indonesia sangat sulit untuk kita menebak kapan akan terjadi musim hujan dan musim panas.