Showing posts with label Pengendalian Tanaman. Show all posts
Showing posts with label Pengendalian Tanaman. Show all posts

Review Produk Gramoxone

Gramoxone



Racun Rumput Gramoxone 

Gramoxone jenis herbisida dengan kecepatan atau efek yang pasti, begitu penggunaan bisa langsun nampak jelas efeknya. Gramoxone termasuk herbisida kontak non selektif yang sangat efektif untuk mengendalikan semua jenis gulma pada tanaman pertanian atau perkebunan. Keunggulan dari Gramoxone ialah memiliki tiga bahan pengaman yaitu zat pembau, zat pemuntah dan zat pewarna. Produk Gramoxone termasuk salah satu produk yang paling terkenal dan banyak digunakan oleh petani indonesia. Memiliki keunggulan yang bersifat kontak dan tidak akan sangat berpengaruh pada tanaman apabila tidak terkena secara langung, misal penyemprotan gulma pada bagian parit bedengan sangat baik menggunakan Gramoxone.



Keterangan Produk Gramoxone 

Gramoxone memiliki bahan aktif parakuat diklorida, kemudian berbentuk larutan pekat dalam air berwarna hijau gelap atau hijau tua dan memiliki kemasan yang bervariasi yaitu botol plastik untuk ukuran kecil, jrigen untuk ukuran sedang dan kemasan drum untuk ukuran yang paling besar. Gramoxone memiliki klasifikasi bahaya WHO kelas II sehingga sangat berbaha apabila tertelan oleh makhluk hidup. 
Artikel Terkait Herbisida:


Keunggulan Gramoxone


  • Sangat bekerja cepat dalam membasmi gulma bahkan hanya dalam hitungan jam saja. 
  • Gramoxone hanya mengendalikan tanaman yang berhijau daun. 
  • Sangat efektif untuk membersihkan gulma disekitar tanaman karena bersifat kontak.


Petunjuk Penggunaan Gramoxone


  • Gulma berdaun lebar bisa dengan dosis 1,5-3 liter/hektar. 
  • Gulma berdaun sempit bisa dilakukan penyemprotan dengan dosis 2,5-5 liter/hektar. 
  • Bisa dilakukan penyemprotan dengan volume tinggi untuk lahan tanpa tanaman. 
  • Untuk tanaman yang memiliki batang keras Gramoxone tidak akan menyebabkan efek negatif. Misalnya pada tanaman kakao, karet, kapas, ubi kayu dan sejenisnya.


Review Produk Fusilade 125 EC

Fusilade 125 EC

Fusilade 125 EC

Fusilade 125 EC adalah produk herbisida yang berfungsi untuk mengendalikan gulama pada tanaman kedelai. Fusilade 125 EC merupakan herbisida sistemik dan selektif untuk membasmi dan mengendalikan gulma golongan rumput-rumputan tanpa adanya pengaruh berarti terhadap tanaman berdaun lebar. Herbisida ini sangat efektif digunakan untuk melindungi tanaman dari gulma, terutama tanaman jenis kacang-kacangan dan kedelai. Kelebihan Fusilade 125 EC adalah dapat bekerja secara aktif pada berbagai kondisi lapangan dan tidak terpengaruhi oleh curah hujan.
Artikel Terkait Herbisida:

Keterangan Produk Fusilade 125 EC

  • Fusilade 125 EC memiliki bahan aktif berupa fluazilop-p-butil 125 g/l dengan formulasi larutan atau pekatan berwarna kuning jerami dan dapat diemulsikan dalam air. 
  • Kemasan produk herbisida ini berbentuk drum baja dengan isi sebanyak 200 liter. 
  • Untuk klasifikasi bahaya Fusilade 125 EC termasuk WHO kelas III yang dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit serta mata dan sangat disarankan untuk kehati-hatian dalam penyemprotan. 
  • Dapat digunakan dengan dosis 2-3 liter/ha.


Manfaat Fusilade 125 EC

  • Sangat efektif dalam mengendalikan gulma berdaun sempit pada tanaman kedelai.
  • Sangat selektif dalam mengendalikan gulma dan tidak berpengaruh pada tanaman berdaun lebar. 
  • Bekerja aktif dan memiliki sifat rainfast.

Review Produk Score 250 EC

Score 250 EC
Score 250 EC 
Score 250 EC adalah termasuk jenis fungisida sitemik dan juga dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. Dikatakan sistemik karena Score 250 EC bekerja dengan masuk secara langsung ke dalam jaringan tanaman melalui Xilem (pembulu kayu) dan langsung dapat mengendalikan penyakit yang ada pada tanaman pertanian serta dapat melindungi seluruh bagian tanaman. Score 250 EC memiliki bahan aktif yang berguna untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen yang lebih baik. Score 250 EC juga memiliki daya pengendalian yang luas pada berbagai jenis penyakit terutama pada tanaman padi, bawang putih, bawang merah, cabai, jagung, kedelai, kacang panjang, tomat, kentang, apel dan semangka. Tidak hanya itu, Score 250 EC juga dapat digubakan untuk jenis tanaman lainnya.
Artikel Terkait Fungisida:

Definisi Produk Score 250 EC 
Score 250 EC memiliki bahan aktif difenokonazol 250 gr/l dengan bentuk pekatan berwarna cokelat kekuning-kuningan hingga cokelat tua. Untuk kemasan Score 250 EC yaitu berbentuk botol PET putih dengan jumlah 80 ml dan 250 ml. untuk klasifikasi bahaya terhadap manusia adalah termasuk WHO kelas III, dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, akan tetapi untuk penggunaan secara normal tidak akan menimbulkan bahaya.

Manfaat Score 250 EC

  • Bekerja secara sistemik. 
  • Dosis yang rendah sehingga tetap ekonomis. 
  • Memiliki kandungan pelekat sehingga Score 250 EC tidak mudah hilang apabila terkena hujan. 
  • Meningkatkan jumlah dan kualitas bunga tanaman serta dapat membuat tanaman menjadi lebih sehat. 
  • Untuk tanaman padi akan membuat padi tumbuh secara serempak, membuat warna malai padi lebih sehat dan mengkilap. Membuat gabah yang dihasilkan lebih berisi dan memiliki bobot lebih. 
  • Mendongkrak hasil panen sehingga meningkatkan pendapatan.

Petunjuk Penggunaan Score 250 EC

  • Penyakit embun tepung pada Apel: bisa diberikan Score 250 EC dengan dosis 0,25-0,5 ml/l dengan cara preventif atau pencegahan. Sebaiknya digunakan sebelum tanaman terserang penyakit. Karena pencegahan akan lebih efektif.
  •  Pada penyekit bercak ungu pada tanaman bawang merah dan bawang putih: untuk bawang merah bisa diberikan dengan dosis 0,25-0,5 ml/l dan bawang putih 0,4-0,8 ml/l. 
  • Penyakit bercak daun pada cabai: Pada tanaman cabai sebaiknya penyemprotan dilakukan secara rutin untuk pencegahan dengan dosis 0,25-0,5 ml/l. apabila cabai sudah muncul gejala penyakit bisa dilakukan penyemprotan dengan interval jangka waktu 7 hari sekali.  
  • Penyakit helminthosporium turcicum pada jagung bisa diberikan Score 250 EC dengan dosis 0,25-0,5 ml/l. 
  • Penyakit bercak daun pada tanaman kacang panjang bisa diberikan penyemprotan dengan dosis 0,5-1 ml/l. 
  • Penyakit bercak kering pada kentang disa dilakukan penyemprotan Score 250 EC dengan dosis 0,75-1 ml/l. sangat disarankan untuk melakukan tindakan preventif. Appabila sudah terjangkit atau terdapat gejala penyakit sebaiknya penyemprotan dilakukan secara rutun yaitu dengan jangka waktu 7-10 hari sekali. 
  • Pada tanaman padi Score 250 EC bermanfaat untuk meningkatkan hasil panen, bobot gabah, serta mengendalikan penyakit bercak daun. Dosis yang dianjurkan untuk tanaman padi adalah 200-400 ml/ha. 
  • Penyakit bercak kering dan busuk daun pada tomat bisa diberikan dengan dosis 0,5-1 ml/l pada saat umur tanaman tomat 21-70 hari pasca tanam. 


Review Produk Ridomil Gold MZ 4/64 WP

Ridomil Gold MZ 4/64 WP

Ridomil Gold MZ 4/64 WP 

Ridomil Gold MZ 4/64 WP merupakan produk perusahaan PT Syngenta Indonesia yang berfungsi untuk mengendalikan penyakit busuk buah, busuk daun dan busuk batang pada tanaman pertanian. Ridomil Gold MZ termasuk fungisida jenis sistemik dan kontak yang bersifat mencegah dan mengobati penyakit langsung ke pusatnya. Ridomil Gold MZ memiliki kandungan dua bahan aktif yang berfungsi mengendalikan penyakit baik dari bagian dalam atau dari bagian luar tanaman. Ridomil Gold MZ sangat baik untuk mengendalikan tanaman yang disebabkan oleh jamur atau cendawan dan juga sangat efektif dalam mengendalikan penyakit busuk daun pada tanaman kentang dan tomat serta penyakit phitopbtbora palmivora pada tanaman kakao. 
Artikel Terkait Fungisida:

Manfaat Ridomil Gold MZ 4/64 WP


  • Perlindungan ganda: melindungi dan mengendalikan penyakit dari bagian luar dan bagian dalam tanaman. 
  • Mengendalikan penyakit langsung ke pusatnya. 
  • Mengendalikan segala jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur atau cendawan golongan Oomycetes.  
  • Bahan Ridomil tidak mudah hilang apabila terkena air hujan sehingga pemakaiannya tidak memerlukan pemakaian pelekat. 
  • Berssifat kontak dan sistemik, dapat melindungi dataman secara keseluruhan. 
  • Dapat dicampurkan dengan produk lain sehingga akan lebih mudah dan fleksibel. 
  • Praktis dan mudah digunakan.

Petunjuk Penggunaan Ridomil Gold MZ 4/64 WP


  • Penyakit Busuk Daun Pada Kentang: bisa diberikan dengan dosis 5 gr/l. Sebaiknya penyemprotan Ridomil gold dilakukan sebelum adanya gejala penyakit, Karena redomil bersifat mencegah. Pada tanaman kendang redomil gold bisa digunakan setelah umur tanaman 20 hari. Lakukan penyemprotan dengan interval waktu seminggu sekali.
  •  Penyakit Busuk Daun Pada Tomat: bisa diberikan dengan dosis 3 gr/l. lakukan penyemprotan secara rutin sebelum tomat terserang penyakit dengan interval waktu seminggu sekali. 
  • Penyakit Busuk Buah Pada Kakau: pemberian pada tanaman kakau bisa dengan dosis 2,5-5 gr/l. penyemprotan dilakukan pada bagian buah dan bunga kakau untuk mencegah bakteri yang dapat menyebabkan busuk buah. Lakukan penyemprotan dengan interval waktu seminggu sekali.

Review Produk Bion-M 1/48 WP

 Bion-M 1/48 WP

Bion-M 1/48 WP

Bion-M 1/48 WP adalah fungisida yang berupa campuran dari zat-zat pengaktif tanaman yang bersifat sistemik dan merupakan fungisida jenis kontak. Kombinasi dua bahan aktif dengan komposisi yang tepat telah membuktikan fungisida ini dapat meningkatkan kekebalan atau ketahanan tanaman secara alami terhadap penyakit dan membunuh spora jamur yang ada pada permukaan daun. 

Bion-M sangat efektif untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh cendawan dan bakteri pada tanaman jenis cabai, kubis dan tomat.  Misalnya cabai dan kubis yang terkena penyakit busuk buah dan tanaman tomat yang terkena penyakit busuk daun. Bahan aktif Bion- yaitu asilbensolar–S-metil 1% mankozeb 48%.

Artikel Terkait Fungisida:

Manfaat Bion-M 1/48 WP

  • Bekerja lebih dari sekedar fungisida biasa karena dapat meningkatkan ketahanan terhadap serangan penyakit terutama yang disebabkan oleh cendawan dan bakteri. 
  • Efikasi tinggi untuk mengendalikan penyakit Antranoksa pada tanaman cabai dan kubis. 
  • Sangat efektif digunakan untu mengendalikan penyakit busuk daun pada tanaman tomat dan kentang. 
  • Bersifat sistemik dan kontak yang pastinya akan lebih memberikan hasil yang optimal. 
  • Melindungi seluruh bagian tanaman dari serangan penyakit terutama jamur.


Dosis Penggunaan Bion-M 1/48 WP

  • Penyakit Busuk Buah pada cabai: 1,25-2,5 gr/l dan diberikan pada saat tanaman cabai mulai berbunga. Jangka waktu pemberian berkisar 3-4 hari sekali. 
  • Penyakit bakteri busuk buah pada kubis: 1,25-2,5 gr/liter dan diberikan pada saat kubis berumur seminggu hingga dua minggu dengan jangka waktu 3-4 hari sekali. 
  • Penyakit busuk daun pada tomat: 1,25-2,5 gr/liter dimulai pada umur 7-14 hari dengan interval waktu 7 hari sekali. 
  • Penyakit busuk daun pada kentang: 1,25-2,5 gr/liter. 


Anvil 50 SC (Produk Singenta)


Anvil 50 SC (Produk Singenta)

Anvil 50 SC

Produk pestisida ini merupakan produk yang diluncurkan oleh perusahaan PT Syingenta Indonesia yaitu perusahaan yang bergerak di bidang perlindungan tanaman. Anvil 50 SC adalah fungisida sistemik dengan daya eradikan dan protektan yang menghambat biosintesa ergosterol dari jamur golongan Basidiomycetes dan Ascomycetes. Anvil 50 SC bekerja sistemik ke seluruh bagian tanaman melalui pembuluh kayu (xylem). Dengan jenisnya sistemik Anvil 50 SC sangat cocok digunakan untuk tanaman seperti cabai, kedelai, daun bawang, bawang putih, bawang merah, tomat, pisang, semangka dan lain-lain. Sangat aktif mengendalikan penyakit pada berbagai macam tanaman pangan, hertikultura dan tanaman perkebunan.

Anvil 50 SC mempunyai teksisitas rendah terhadap manusia, burung, ikan, serangga dan cacing tanah. Tingkat residu yang sangat rendah menjadikan Anvil 50 SC tidak meninggalkan residu yang berbahaya terhadap tanaman.

Artikel Terkait Fungisida:

Klasifikasi Bahaya Anvil 50 SC:

  • Termasuk WHO kelas III. 
  • Toksisitas sangat rendah terhadap manusia, burung, ikan dan cacing tanah. 
  • Bahan aktif heksakonazol sangat cepat terdegredasi dalam tanah.  
  • Apabila digunakan secara normal tidak menimbulkan bahaya.

Manfaat Anvil 50 SC

  • Tanaman padi lebih kuat, lebih hijau dan tidak mudah roboh. 
  • Fungisida yang efektif mengendalikan penyakit hawar pelepah pada tanaman padi. 
  • Bersifat sistemik dengan daya melindungi tanaman dan membersihkan penyakit yang menyerang daun tanaman. 
  • Mempunyai PH netral sehingga tidak korosif terhadap alat aplikasi.

Fungisida ini sangat bagus digunakan untuk tanaman:

  • Apel yang terkena penyakit embun tepung.
  • Bawang merah dan bawang putih yang terkena penyakit bercak ungu.
  • Cabai yang terkena penyakit bercak daun.
  • Jambu mete dan karet  yang terserang penyakit akar.
  • Kacang tanah yang terkena penyakit bercak daun.
  • Kedelai dan kopi yang terkena penyakit karat daun.
  • Untuk meningkatkan bobot tanaman padi.
  • Pisang yang terkena penyakit sigatoka.
  • Semangka yang terkena penyakit embun bulu.
  • Tomat yang terkena penyakit bercak kering.

Petunjuk penggunaanAnvil 50 SC

  • Pada Cabai: Cabai yang terkena penyakit percak daun bisa dilakukan pengobatan dengan dosis 0,25-0,5 ml/liter. Kemudian untuk cabai yang terkena penyakit antaknosa sebaiknya diberikan dengan dosis 0,5-1 ml/liter. 
  • Pada Bawang Merah: bawang merah yang terserang penyakit bercak ungu bisa diberikan anvil dengan dosis 0,25-0,5 ml/liter. 
  • Pada bawang putih: hampir sama dengan bawang merah, anvil 50 SC bisa digunakan appabila bawang putih terkena penyakit bercak ungu dan dengan dosis yang lebih banyak dari bawang merah yaitu 0,5-1 ml/liter. 
  • Pada tanaman berbatang keras: jambu mete, jambu mete adalah jenis tanaman berbatang kayu dan keras. Untuk tanaman yang lebih keras dosis yang digunakan maka lebih banyak yaitu 5-10 ml/liter. Karet bisa dengan dosis 2,5-5 ml/liter.

Amistar 250 SC (SYINGENTA)

Amistar 250 SC (SYINGENTA)

Info Produk Amistar 250 SC

Sistemik dengan spectrum pengendalian luas -  Amistar 250 SC merupakan fungisida sistemik terbaru yang dikembangkan berdasarkan dari ide hasil sintesa alami dari cendawan tak beracun Strobilurus Tenacellus dan Oudemansiella Mucida yang bekerja dengan cara menghambat respirasi mitrokondria respirasi jamur dengan cara memblokir transportasi electron antara koenzim sitocrom b dan sitocrom c sehingga mengganggu pembentukan ADP menjadi ATP. Amistar 250 SC sangat efektif untuk mengendalikan bercak daun antraknosa pada tanaman bawang merah, cabe dan melon.
Artikel Terkait Fungisida:

Keterangan Produk  Amistar 250 SC

Bahan aktif: azoksistrobin 250 g/l
Nomor pendaftaran: RI.1345/11-2002/T
Formulasi: berbentuk suspensi berwarna putih.

Kemasan:

PET putih: 250 ml dan 500 ml.

Keterangan toksiologi:

LD 50 akut oral pada tikus >> 2000 mg/kg
LD 50 akut dermal pada tikus >> 4000 mg/kg

Keterangan ekologi:

LC 50 ikan rainbowtrout 96 jam: 1,2 mg formulasi/l

Klasifikasi bahaya Amistar 250 SC

  • Termasuk WHO kelas III
  • Tidak bersifat enkogenik dan karsikogenik
  • Pada penggunaan normal tidak minimbulakan bahaya.

Manfaat Amistar 250 SC

  • fungisida dengan tingkat risiko residu, dan racun yang minimal.
  • sangat efektif dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman dan tidak meninggalkan residu.
  • cepat terurai dalam tanah dan air sehingga tidak mengganggu lingkungan pernafasan.
  • Memberikan hasil panen yang maksimal karena penyakit tanaman dapat dikendalikan secara sistemik.