Showing posts with label Hama dan Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Hama dan Penyakit. Show all posts

Hama Tungau Pada Tanaman

Hama Tungau Pada Tanaman
Hama Tungau Pada Tanaman - Berdasarkan definisi Wikipedia, tungau adalah hawan yang berukuran kecil (tungkai delapan) dan merupakan subordo dari Acarina. Perlu dikethui bahwa tungau berbeda dengan kutu, walaupun tungau dan kutu memiliki ukuran yang sama-sama kecil akan tetapi berbeda. Kutu itu sendiri lebih dimasukan atau dikategorikan sebagai serangga (insecta), sedangkan tungau lebih didekatkan atau dikategrorikan laba-laba.

Masa Hidup Tungau

Tungau dapat menetas atau berkembang biak dalam waktu 3 hari dengan kondisi kering dengan suhu optimal 27 derajat Celcius, setu induk tungau betina dapat bertelur hingga 20 butir telur per hari dan memiliki masa hidup 2 sampai 4 minggu dan juga satu indukan tungau dapat menetaskan ratusan telur. Perkembangan tungau terjadi sangat cepat, tungau dapat dewasa secara seksual hanya dalam waktu lima hari saja. Dan perlu diketahui bahwa satu indukan tungau bisa berkembang biak hingga satu juta ekor hanya dalam waktu satu bulan. Dengan tingkat reproduksi (berkembang biak) yang sangat cepat memungkinkan tungau untuk beradaptasi hingga dapat bertahan dari pestisida, hal ini menyebabkan sangat sulit untuk mengendalikan hama tungau dan penggunaan pestisida yang sama secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama.

Perkembangbiakan tungau bersifat diploid dan haploid. Tungau dengan kelamin betina bersifat diploid dan tungau dengan kelamin betina bersifat haploid. Dengan kata lain, telur yang dibuahi oleh tungau jantan akan menghasilkan tungau betina dan sebaliknya, apabila telur tidak dibuahi oleh tungau jantan maka akan menhasilkan tungau jantan.

Hama tungau merusak tanaman pada bagian daun dengan menusuk daun tanaman dan menghisap cairan yang terdapat pada daun tanaman. Sehingga kerusakan yang diakibatkan oleh hama tungau tidak bisa diremehkan, dimana bagian daun merupakan bagian penting pada tanaman untuk mendapatkan makanan. Tidak hanya itu, hama tungau mampu beradaptasi pada berbagai macam habitat dan bisa menyerang dan merusak semua jenis tanaman, serta hama tungau kemungkinan bisa merusak bagian batang dan bukan tidak mungkin menyerang bagian buah tanaman.


Jenis-jenis hama tungau yang sering menyerang tanaman

Tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus)

Hama tungau ini dominan menyerang tanaman cabai, cabai rawit, tomat, terong, dan tanaman sejenisnya yang bisa berdampak terhadap kerusakan daun pada tanaman.

Tungau Merah (Tetranychus bimaculatus dan Tetranychus cinnabarinus)

Tungau merah hanya memiliki umur hidup kurang lebih 15 hari, akan tetapi perkembang biakan tungau merah sangatlah cepat dan mengelami beberapa kali perubahan. Usia muda tungau berwarna merah jambu, dan mengelami beberapa kali pergantian kulit sehingga pada akhirnya akan menjadi tungau dewasa dan berwarna merah.

Steneotarsonemus bancofti

Tungau jenis ini lebih dominan menyerang tanaman tebu dan sejenisnya.


Gejala Umum Serangan Tungau

Hama Tungau menyerang tanaman dengan bersembunyi di balik daun bagian bawah dan kemudian menyerang tanaman dengan menghisap cairan yang terdapat pada daun tanaman. Akibat dari itu akan menyebabkan daun tanaman memnjadi rusak dan muncul bintik-bintik kering pada daun. Daun yang terserang hama tungau akan terlihat seperti saringan the dan bintik-bintik akan menghitam dan lama-kelamaan akan berlubang.

Sumber Gambar: rilbudiman7.mywapblog.com

Hama Thrips Pada Tanaman

Hama Thrips

Thrips adalah hama yang menyerang bagian daun tanaman dan bisa menyebabkan daun menjadi keriting yang menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Hama ini bentuknya sangat kecil hampir mirip seperti wereng yang menyebabkan daun tanaman menjadi menggulung. Hama thrips ini menyerang tanaman dengan menyerap cairan yang ada di bawah daun, dan sangat jelas apabila daun mengeriting ke atas kemungkinan disebabkan oleh thrips. 

Hama thrips ini biasanya menyerang tanaman cabai, bawang dan sejenisnya, akibatnya akan menyebabkan tanaman menjadi tidak produktif seperti kurangnya buah pada tanaman yang berbuah seperti cabai dan kurangnya berat seperti pada tanaman bawang dan sejenisnya. Selain itu, apabila thrips menyerang tanaman yang masih berusia sangat muda besar kemungkinan bisa menyebabkan mati. Jadi tidaklah heran bila terjadi gagal panen atau hasil panen tidak sesuai akibat hama thrips ini. 

Contohnya saja banyak petani cabai yang merugi karena terserang penyakit keriting. Sudah jelas apabila cabai yang terkena penyakit keriting yang disebabkan oleh hama thrips ini bisa saja gagal panen atau panen tidak sesuai dan terebih lagi saat ini faktor cuaca atau iklim di Indonesia menjadi sangat ekstrem sehingga para petani tidak bisa menebaknya. 

Cara Mencegah Pertumbuhan Hama Thrips.

1. Usahakan lahan yang ditanami bersih dari rumput (Gulma)

Apabila di sekeliling tanaman di tumbuhi rumput-rumput dikuatirkan akan mempercepat pertumbuhan hama thrips. Bukan berarti harus bersih tidak ada rumput, yang saya maksudkan adalah rumput jangan sampai terlalu tinggi sehingga menutup tanaman.

2. Menggunakan plastik mulsa untuk menutup bedengan.

Dengan menggunakan plastic mulsa akan menghambat pertumbuhan rumput (gulma) dan juga akan mempermudah perawatan tanaman menjadi lebih efisien.

3. Hindari menanam tanaman yang terlalu rapat.

Tanaman yang ditanam terlalu rapat juga tidak baik, karena akan memicu pertumbuhan hama dan di sisi lain juga tanaman yang terlalu rapat pertumbuhannya akan menjadi lebih lambat.

4. Menggunakan Insektisida.

Melakukan penyemprotan menggunakan Insektisida secara rutin untuk menghindari dan mencegah pertumbuhan hama.

Cara pengendalian tanaman yang terkena hama thrips:

1. Lakukan pengobatan dengan melakukan penyemprotan Insektisida secara rutin serta gunakan insektisida yang sesuai untuk masing-masing tanaman. Jika tanaman sudah terkena hama thrips penyemprotan bisa dilakukan tiga hari sekali dan bila tidak terserang bisa dilakukan penyemprotan seminggu sekali. 
2. Usahakan pengobatan dilakukan sebelum terserang hama. Perawatan yang belum terkena hama pastinya akan lebih mudah untuk dikendalikan.

Demikianlah artikel tentang hama thrips ini saya buat. Apabila ada kesalahan saya mohon maaf dan apabila ada kekurangan bisa di tambahkan pada komentar di bawah postingan ini. Terimakasih. .