Showing posts with label Cabai. Show all posts
Showing posts with label Cabai. Show all posts

Hama & Penyakit Pada Tanaman Cabe dan Cara Pengendaliannya

Hama & Penyakit Pada Tanaman Cabe

Bidang usaha pertanian memang tidak terlepas dari proses menyemai, pembuatan lahan,menanam, merawat hingga tahap pemanenan. Akan tetapi sebagai seorang petani terkadang semuanya tidak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bahkan sangat sering kita mengalami yang namanya kerugian dan gagal panen.

Salah satu penyebab dari semua masalah di atas adalah disebabkan karena dasyatnya serangan hama dan penyakit terhadap tanaman cabe milik kita, sehingga menyebabkan kerusakan yang merugikan.
Kita semua pasti sudah tahu kalu menanam cabe membutuhkan modal yang tidak sedikit. Kemudian terlebih lagi jika kita menanam cabe misalnya di luar musim, di musim hujan atau di musim panas, tentu kita harus lebih hati-hati dan juga harus memiliki pengetahuan yang banyak tentang tani cabe.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit pengetahuan mengenai hama dan penyakit pada tanaman cabe serta cara pengendaliannya secara lengkap.

Hama Tanaman Cabe dan Cara Pengendaliannya


Jika berbicara mengenai hama tanaman cabe memang sangatlah banyak, bahkan rumput liar (gulma) yang mengganggu tanaman bisa dianggap sebagai hama. Berikut ini adalah hama pada tanaman cabe menurut versi saya, jika mungkin terdapat perbedaan harap dimaklumi.

Hama Serangga pada Cabe

Serangga yang dimaksudkan disini diantaranya adalah jangkrik, belalang, dan cere (kecoa) yang menyerang tanaman cabe. Hama jangkrik dan belalang biasanya merusak tanaman cabe ketika baru dipindahkan dari proses penyemainan, sedangkan hama cere (kecoa) biasanya menyerang pada bagian akar tanaman cabe.
Pengendalian: gunakan pestisida jenis insektisida, misalanya Regent, Sidamethrin, Yasithrin dll.

Hama Jenis  Keong pada Cabe

Hama jenis keong misalanya adalah bekicot, keong benik, keong kere, respo (maaf jika bahasanya mungkin susah dimengerti). Jenis hama ini biasanya menyerang ketika cabe masih berusia muda, yaitu saat disemai dan baru dipindah ke lahan tanam.
Pengendalian: Semprotkan Pestisida kontak seperti Molista, kemudian bisa juga dengan disebar pelet yang dicampur dengan Lanet dan Marsal.

Hama Tungau pada Cabe

Tungau adalah hama yang biasanya menyerang bagian daun tanaman cabe. Gejala yang paling terlihat jika tanaman cabe terserang hama tungau yaitu daun akan mengelinting. Tungau merusak dengan cara menghisap nutrisi tanaman melalui bagian bawah daun.
Pengendalian: Semprotkan pestisida jenis akarisida atau bisa juga menggunakan Lannet secara rutin.

Hama Thrips pada Cabe

Thrips adalah hama yang berukuran sangat kecil, bahkan jika dilihat dengan mata telanjang sangat sulit untuk terlihat. Gejala yang paling terlihat apabila tanaman cabe terserang hama thrips ialah daun akan berwarna kuning dan keriting, umumnya hama ini menggasak pupus daun dan menyebabkan pertumbuhan cabe menjadi lambat dan tidak normal.
Pengendalian: untuk cara mekanis bisa dengan membuang daun yang terkena hama thrips, kemudian semprotkan biopestisida. Untuk pemulihan sebaiknya gunakan pupuk daun.

Ulat Grayak pada Cabe

Ulat grayak adalah salah satu hama yang menyerang bagian daun pada tanaman cabe dengan cara memakan bagian daun dan tunas muda. Ulat grayak memiliki ukuran yang kecil dan berwarna hijau muda. Hama yang satu ini termasuk kategori hama yang sangat merusak, karena apabila memakan pupus (tunas muda) maka sudah pasti pertumbuhan tanaman cabe akan sangat terganggu.
Pengendalian: lakukan penyemprotkan pestisida seperti Regent atau yang lainnya.

Kutu Daun pada Cabe

Kutu daun (Myzuspersicae) merupakan salah satu hama yang merusak bagian daun dan juga tunas tanama cabe.  Kutu daun memang memiliki masa hidup yang pendek, hanya beberapa minggu saja, akan tetapi kutu bisa berkembangbiak dengan cepat dan bahkan satu induk kutu bisa menghasilkan ratusan bahkan ribuan telur. Hama ini mneyebabkan daun keriting dan pertumbuhannya terhambat. Kutu daun ini menyerang dengan cara menghisap cairan tanaman cabe.
Pengendalian: untuk pengendalian bisa menggunakan pestisida jenis insektisida seperti Karphos, Folithon, Anthion dan sebagainya.

Lalat Buah pada Cabe

Sesuai dengan namanya lalat buah (Bactrocera dorsalis) menyerang bagian buah tanaman cabe. Selain faktor cuaca dan iklim, banyak dari para petani beranggapan bahwa pemicu busuk pada buah cabe disebabkan oleh Lalat buah yang menyuntikan telurnya pada buah cabe dan kemudian menjadi larva yang berakibat buah menjadi busuk.
Pengendalian: gunakan lem pemikat lalat buah.

Puru akar pada Cabe

Puru akar merupakan hama yang merusak pada bagian akar tanaman cabe. Puru akar adalah hama yang berukuran sangat kecil dan tidak terlihat. Gejala umum yaitu pertumbuhan tanaman akan terganggu dan layu.
Pengendalian: gunakan pestisida jenis nematisida seperti  furadan dan curater.

Ulat Tanah pada Cabe

Hama ulat tanah memiliki warna cokelat dan berukuran lebih besar dibandingkan dengan ulat grayak. Ulat tanah biasa bersemunyi di dalam tanah dan di bawah plastik mulsa   ini memiliki warna cokelat atau hijau dan memiliki ukuran sebesar pensil. Tanaman menyerang seluruh bagian tanaman cabe mulai dari batang, daun dan buahnya.
Pengendalian:  hama ini dapat dilakukan dengan cara sanitasi lahan atau bisa juga dengan menyemprotkan pestisida.


Penyakit Tanaman Cabe dan Cara Pengendaliannya


Penyakit Keriting kuning pada Cabe

Ciri tanaman cabe terseang keriting yaitu pada bagian batang dan daun akan berwarna kuning. Kemungkinan besar penyakit ini disebabkan karena virus dan faktor cuaca, kemudian penyebab lain adalah faktor bibit dan faktor penyemaian. Kebanyakan tanaman cabai menguning saat baru ditanam atau baru dipindahkan dari penyemaian ke lahan terbuka.
Pengendalian: sebaiknya lakukan penyemaian yang benar dan memilih bibit kualitas unggul.

Penyakit Mosaik pada Cabe

Tanaman cabe yang terserang penyakit mosaik memiliki ciri yaitu daun menjadi belang-belang kekuningan. Penyakit mosaik disebabkan oleh virus Cucumber Mosaic, selain itu penyakit ini akan menghambat pertumbuhan pada tanaman cabe karena daun akan mengalami disfungsi yang menyebabkan lambatnya proses penyerapan makanan untuk tumbuh.
Pengendalian: dengan menyemprotkan kombinasi insektisida dan akarisida, misal demolish dan prevaton.

Penyakit Bercak Daun pada Cabe

Tanaman cabe yang tersrang penyakit bercak daun akan memiliki ciri yaitu terdapat bercak hitam atau trotol pada bagian daun. Penyaki bercak daun disebabkan oleh jamur dan kemungkinan lain disebabkan karena tanaman cabe tertiup kembusan angin yang kuat sehingga batang tanaman menghantam lanjaran.
Pengendalian: semprotkan fungisida secara rutin, kemudian untuk pencegahan sebaiknya perhatikan jarak tanam pada tanaman cabe dan lakukan penalian.

Penyakit Antraknosa pada Cabe

Tanaman cabe yang terserang penyakit antranoksa akan memiliki ciri pupus tanaman, batang dan buah akan kering dan mati. Penyebab penyakit ini adalah jamur Colletotrichum gloeosporioides dan jamur Colletotrichum capsici dan jamur. Kemudian penyakit ini sangat rawan menyerang cabe yang masih dalam proses persemaian dan menyebabkan bibit tidak tumbuh.
Pengendalian: lakukan penyemprotan fungisida

Penyakit Layu Fusarium pada Cabe

Cabe yang terkena penyakit layu fusarium akan memiliki ciri yaitu tanaman akan layu jika terkena panas matahari dan kemudian perlahan mati. Ciri penyakit ini hampir sama dengan tanaman kubis jika terkena penyakit akar gajah dimana saat pagi tanaman akan segan dan kemudian jika terkena panas tanaman menjadi layu. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Verticilium sp, Pellicularia dan cendawan Fusarium.sp.
Pengendalian: lakukan penyemprotan fungisida


Penyakit Busuk Batang pada Cabe

Cabe yang terserang penyakit busuk batang akan memiliki ciri pada bagian batang tanaman membusuk dan mati. Penyebab utama penyakit ini ialah jamur Phyphthora capsici dan jamur Choanosearum sp yang sangat rawan jika musim hujan.
Pengendalian: lakukan penyemprotan fungsida, sedangkan untuk pengendalian usahakan mengurangi penggunaan pupuk dengan kandungan nitrogen yang tinggi saat musim hujan, kemudian sebaiknya mengganti tanaman yang sudah terkena penyakit ini sebab dikawatirkan penyakit ini akan menular

Penyakit Layu Bakteri pada Cabe

Pada awalnya tanaman cabe yang terserang penyakit layu bakteri akan terlihat normal, namun kemudian tanaman cabe mulai layu dan kemudian mati. Penyebab utama penyakit ini ialah karena bakteri Pseudomonas solanasearum yang menyerang bagian inti dari tanaman.
Pengendalian: Semprotkan atau kocokan larutan bakterisida.

Penyakit Busuk Buah pada Cabe

Jenis penyakit busuk buah bisa saja disebabkan karena hama lalat buah dan cendawan. Umumnya jika tanaman cabe mengalami penyakit busuk basah (lonyot) maka kemungkinan disebabkan oleh serangan hama lalat buah. Kemudian jika cabe mengalami busuk kering maka kemunkinan disebabkan oleh jamur atau cendawan.
Pengendalian: jika busuk kering sebaiknya lakukan penyemprotan fungisida, jika busuk basah sebaiknya lakukan pengendalian hama lalat buah.

Perlu diketahui jika setiap petani memiliki cara yang beragam dalam mengendalikan hama dan penyakit. Jadi tulisan ini sengaja kami buat sebagai sumber referensi untuk menambah pengetahuan para pembaca sekalian. Harapan kami tulisan mengenai Hama & Penyaki Pada Tanaman Cabe dan Cara Pengendaliannya ini bisa bermanfaat.

Tips dan Cara Membuat Benih Cabe Rawit dan Cabe Merah Berkualitas

Benih Cabe

Sebelum membahas lebih dalam mengenai benih cabe sebaiknya ketahui terlebih dahulu apa itu benih dan apa itu bibit. Kebanyakan dari kita sering mengartikan bahwa kedua istilah tersebut sama, namun ternyata tidak. Benih adalah cikal bakal tanaman yang masih dalam bentuk biji dan sudah melalui proses khusus yang kemudian digunakan untuk mengembangbiakan tanaman. Sedangkan bibit adalah proses lanjutan dari benih, dengan kata lain bibit adalah benih yang sudah berkecambah atau siap dipindahkan ke lahan tanam.

Benih atau biji cabe merupakan bagian paling penting yang menentukan kesuksesan petani dalam hal budidaya cabe merah atau cabe rawit. Benih yang memiliki kualitas unggul akan dapat tumbuh dan berkecambah secara cepat dan normal, tahan terhadap virus (penyakit) serta mengurangi risiko gagal tumbuh. Saat proses penyemaian hingga tahap menanam cabe akan lebih baik jika benihnya sehat dan tidak cacat.

Cara membuat benih cabe memiliki cara yang sangat beragam, dalam pembuatan benih cabe, baik itu cabe merah (keriting) atau cabe rawit caranya cenderung sama.  Walaupun kita bisa membeli benih dalam bentuk kemasan di kios pertanian, namun kualitas benih buatan sendiri juga tidak kalah kualitasnya dengan produk bermerk. Banyak petani yang lebih suka menggunakan benih buatan sendiri dibandingkan membeli di toko, termasuk saya sendiri.

Berikut adalah cara membuat benih cabe berkualitas

Melakukan Pengamatan Tanaman Cabe

Baik cabe rawit atau cabe besar, jika ingin membuat benih sebaiknya melakukan pengamatan tanaman terlebih dahulu. Tanaman yang diamati yaitu tanaman yang buahnya akan digunakan untuk membuat benih, semakin bagus batang tanaman maka akan semakin baik untuk dijadikan sebagai benih. Pada tahap ini bisa dibilang sebagai tahap penyeleksian, jadi semakin besar skala cabe yang ada maka akan lebih baik.  Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih tanaman yang akan dijaikan benih (biji) yaitu:

  • Memilih tanaman yang memiliki kualitas dan kuantitas buah yang bagus.
  • Tahan terhadap penyakit ataupun virus.
  • Bisa dipanen hingga waktu yang panjang.
  • Batang, daun dan akar tanaman Sehat dan tidak sakit.
  • Bunga tidak rontok dan bisa berbuah lebat.


Melakukan Perawatan

Tetap melakukan perawatan secara rutin, jika dalam skala tanam yang besar sebaiknya perawatan dilakukan lebih khusus dan jangan sampai batang tanaman yang akan dijadikan benih malah tertular penyakit dari batang cabe lainnya. Kemudian batang cabe yang akan dijadikan sebagai benih sebaiknya ditandai agar tidak lupa karena terlalu banyak tanam cabe pada satu lahan tersebut, maka pengendalian hama dan penyakit sangatlah penting untuk dilakukan.

Pembuatan Benih Cabe

Buah cabe yangsudah tua dan merah sudah bisa dipakai untuk pembuatan benih. Langkah pembuatan benih bisa dibilang cukup sederhana, yaitu:

  • Buah cabe bisa ditumbuk atau dibelah dengan pisau untuk memisahkan biji dengan kulit cabe. Jika ditumbuk usahakan biji jangan sampai hancur atau pecah, bila menggunakan alat penumbuk yang keras sebaiknya dilapisi dengan kain agar menjadi lebih lembut.
  • Setelah selesai kemudian direndam di dalam air agar lebih mudah memisahkan biji dengan kulit cabe. Perendaman bisa dilakukan selama stengah hari hingga satu hari.
  • Selanjutnya tinggal memisahkan biji dengan kulit cabe dengan cara disaring menggunakan saringan. Biji cabe yang sehat akan tenggelam di dalam air jadi proses penyaringan akan menjadi lebih gampang. Kemudian untuk biji cabe yang terapung sebaiknya dibuang, karena jika mengapung biji cabe tidak sehat atau jika ditanam tidak tumbuh.


Penjemuran Benih Cabe

Setelah biji cabe sudah terpisah dengan kulitnya, selanjutnya adalah tahap penjemuran. Pada tahap ini terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Biji cabe bisa dijemur dengan menggunakan nampan, proses penjemuran harus hingga biji benar-benar kering agar biji tidak mudah busuk.
  • Jangan menjemur biji cabe pada suhu yang terlalu panas dan jangan juga sampai keujanan.  Anda bisa menjemur dengan menutup bagian atas dengan plastik transparan atau dijemur di bawah seng rumah agar sinar matahari tidak secara langsung mengenai biji cabe.
  • Sebaiknya penjemuran ini dilakukan dengan sangat hati-hati, bisa saja jika salah dalam penjemuran akan menyebabkan biji tidak bisa tumbuh.


Setelah beberapa tahapan di atas dilakukan dan biji cabe sudah kering maka biji cabe sudah bisa disemai atau disimpan. Benih buatan sendiri memiliki banyak sekali keunggulan, diantaranya adalah lebih irit, lebih awet dan bisa dibuat dalam jumlah yang banyak untuk digunakan sebagi stok (cadangan bibit). Untuk pembuatan benih cabe rawit atau cabe besar, merah dan jenis cabe lainnya caranya bisa dibilang tidak jauh berbeda, jadi kesimpulannya cara ini bisa digunakan untuk jenis cabe apapun.
 

Pengendalian Dan Pengobatan Daun Cabai Keriting

Pengendalian Dan Pengobatan Daun Cabai Keriting
Daun Cabai Keriting
Keriting daun pada tanaman cabai sudah menjadi permasalahan serius yang dialami oleh para petani cabai di Indonesia. Keriting daun dapat menyebabkan gagal panen atau menurunkan produktivitas cabai. Dalam hal ini perlu adanya teknik pengendalian yang mampu memecahkan permasalahan ini, dan faktanya cabai keriting sudah menjadi momok dan topik pembicaraan di kalangan petani baik pada diskusi-diskusi di forum media sosial dan sejenisnya. bahkan banyak dari para petani cabai yang bertanya apa obat untuk cabai keriting? hama yang menyebabkan cabai keriting? untuk itu penulis akan sedikit menjelaskannya pada artikel ini.

Sebelum melakuan pemecahan permasalahan ini sebaiknya terlebih dahulu memahami apa penyebab cabai keriting. Tanaman cabai sangat rawan terserang keriting bisanya ketika musim kemarau, apalagi untuk saat ini keadaan iklim di negara kita ini sangat tidak menentu. Kemudian penyebab lain keriting daun  kemungkinan adalah disebabkan oleh hama-hama perusak seperti Thrips dan tungau (kutu daun)

Thrips merupakan hama yang berukuran kecil dan pengendaliannya cukup susah. Sasaran utama hama thrips adalah bagian daun tanaman dan biasanya hama ini bersembunyi di bagian bawah daun dan kemudian menghisap cairan pada daun serta menyebarkan virus. Kemudian masalah seriusnya adalah hama ini dapat berkembang biak dengan cepat seperti halnya tungau. Thrips dapat bertelur dan menetas hingga jumlah ribuan dalam waktu yang sangat singkat. Untuk lebij jelasnya mengenai penjelasan hama thrips dan tungau (kutu daun) anda bisa membaca tulisan Hama Thrips.

Lalu bagaimana cara pengendalian keriting daun pada tanaman cabai?
Sudah diketahui bahwa penyebab utama keriting daun adalah disebabkan oleh hama thrips dan kutu daun (tungau) dan juga dipengaruhi oleh faktor iklim. Maka pengendalian yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

Melakukan Sanitasi Lahan

Sanitasi adalah pembersihan lahan agar hama dan penyakit tidak dapat berkembang biak. Sanitasi bisa dilakukan sebagai pencegahan supaya tanaman cabai tidak terserang keriting daun. Cara melakukan sanitasi bisa dengan cara melakukan pembersihan dan perapian lahan, misalnya membersihkan lahan dari kotoran-kotoran pada saat pra tanam. Karena kondisi lahan yang kotor dapat memicu perkembangan bakteri dan hama-hama yang dapat merusak tanaman. Sebagai contoh lahan yang baru selesai di bongkar atau akan dilakukan pergantian tanaman, akan tetapi lahan tersebut masih terdapat sisah-sisah kotoran dari bekas tanaman sebelumnya seperti ranting, akar, bekas mulsa dan sejenisnya. Akibat hal itu dikawatirkan akan memicu munculnya hama dan penyakit.


Membersihkan Gulma Secara Rutin

Gulma adalah rumput liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman dan juga akan mengambil makanan tanaman peliharaan. Selain menghambat pertumbuhan cabai, gulma dapat memicu perkembangbiakan hama. Dengan pembersihan gulma akan memberikan banyak sekali keuntungan yaitu tanaman akan lebih subur karena tidak berebut makanan dengan gulma, pertumbuhan tanaman akan jauh lebih cepat, tanaman akan lebih produktif dan yang paling utama adalah mengurangi perkembangbiakan hama dan penyakit.


Jauhkan Tanaman Dari Tanaman Sejenis Yang Lebih Tua

Sering sekali para petani melakukan kesalahan dengan menanam tanaman sejenis di dekat tanaman sejenis yang lebih tua. Perlu diketahui bahwa tanaman yang sudah berusia tua akan menjadi sarang dari hama dan kemudian setelah tanaman itu habis maka hama akan berpindah menyerang ke tanaman yang lebih muda. Untuk itu sebaiknya  tanaman sejenis yang lebih tua harus berada jauh dari tanaman yang muda.


Tidak Menanam Pada Lahan Bekas Cabai

Lahan yang sebelumnya telah ditanami cabai sebaiknya jangan langsun ditanami cabai lagi. Dalam ilmu pertanian sangat dianjurkan untuk melakukan penggiliran tanaman guna menghindari gagal panen. Kenapa tidak boleh menanam pada lahan bekas tanaman sejenis? Bukannya tidak boleh, tapi apabila dilakukan pasti dalam pengendalian hama dan penyakit akan sangat berat dan lebih susah. Alasan yang masuk akal adalah lahan bekas tersebut masih terdapat sisah-sisah hama dan penyakit yang sebelumnya.


Pengendalian Daun Cabai Keriting Dengan Obat

Apabila tanaman cabai sutah terserang keriting daun maka pengendalian yang harus dilakukan adalah dengan pengobatan berupa pemberian insektisida dan akarisida. Insektisida berfungsi untuk membasmi hama perusak tanaman jenis serangga. Insektisida yang bisa digunakan yaitu Curacron, Regent, Biocron, Lannet dan lain-lain. Selanjutnya adalah pengobatan berupa pemberian akarisida yang berfungsi untuk membasmi hama jenis kutu. Akarisida yang bisa dikunakan untuk pengendalian cabai keriting adalah Agrimec, Demolish, Samite dan sejenisnya. Serta bisa juga diberikan tambahan pupuk daun untuk tahap pemulihan. Pemberian pestisida harus dilakukan sesuai dosis atau takaran yang benar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikian artikel pengendalian keriting daun pada tanaman cabai ini saya buat. Apabila terdapat kesalahan atau kekurangan pada semua yang saya sampaikan harap dikoreksi. Semoga tulisa ini bisa bermanfaat dan menjadi ilmu yang sangat berguna bagi pembacanya dan berbuah pahala bagi penulisnya.


Memahami Morfologi Cabe Rawit

Memahami Morfologi Cabe Rawit

Memahami Morfologi Cabe Rawit - Untuk melakukan budidaya cabai rawit sebaiknya kita harus memahami terlebih dahulu tentang morfologi tanaman cabai rawit sebagai ilmu dan pengetahuan dasar sebelum melakukan budidaya. Lalu apa itu morfologi? Morfologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk dan struktur dari makhluk hidup, baik itu hewan ataupun tumbuhan. Ditinjau dari segi morfologi pada tanaman cabai rawit terdapat beberapa bagian atau organ-organ penting yaitu sebagai berikut. 

Batang
Cabai rawit merupakan salah satu tanaman yang memiliki struktur batang berupa kayu yang berbentuk bulat, memiliki cabang yang banyak dan cenderung berwarna hijau tua atau hijau gelap. Pada tahap pertumbuhan awal batang cabai rawit hanya memiliki satu batang inti dari satu benih yang ditanam. Setelah cabai tumbuh hingga ketinggian 25-50 cm maka akan muncul tunas-tunas baru dari batang inti yang kemudian akan menjadi cabang batang.

Daun
Organ penting yang kedua dari tanaman cabai rawit adalah daun. Daun cabai rawit hampir mirip dengan cabai-cabai jenis lainnya pada umumnya, akan tetapi apabila dilihat secara jelih akan tampak jelas berbeda. Daun cabai rawit bentuknya hampir lebih bulat dan memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dengan cabai jenis lain.

Bunga
Bunga pada tanaman cabai rawat merupakan hasil dari penyerbukan, baik penyerbukan yang dilakukan oleh satu tanaman atau dengan penyerbukan secara silang (penyerbukan yang berasal dari tanaman cabai rawit yang berbeda). Layaknya pada tanaman buah pada umumnya, bunga tanaman cabai rawit nantinya juga akan berubah menjadi buah, dan biasanya bunga akan tumbuh pada bagian ketiak batang dan ranting. Akan tetapi setelah dilakukan pemanenan secara berulang maka bunga akan muncul juga di bagian ranting-ranting yang kecil.

Buah
Buah adalah hasil dari proses penyerbukan yang dimana sebelumnya adalah berupa bunga yang kemudian menjadi putting buah. Mengenai buah cabai rawit pastinya bentuknya lebih kecil dan pendek dibandingkan dengan cabai besar dengan ukuran 2-4 cm. sebenarnya untuk ukuran buah cabai rawit sendiri sangatlah bervariasi sesuai dengan jenis dan varietasnya masing-masing, begitu juga dengan penampilan warnanya, yaitu hijau, hijau muda, hijau tua, hijau kemerahan dan sebagainya. Selanjutnya tingkat kepedasan juga dipengaruhi oleh jenis dan varietasnya, tercadat buah yang tingkat kepedasannya rendah, sedang dan tinggi.

Biji
Bentuk biji tanaman cabai rawit adalah bulat pipih yang melekat pada empulur apabila dikelupas bagian kulitnya kemuidan berwarna putih dan apabila dikeringkan akan berwarna agak kuning pucat. Biji sangat berguna untuk perkembangbiakan tanaman cabai, para petani bisa melakukan perbanyakan tanaman cabai dengan menggunakan biji dengan cara yang bervariasi.

Akar
Selanjutnya adalah akar tanaman cabai rawit merupakan jenis akar tunggang, yaitu akar yang berbentuk memanjang menghunus tanah dan disertai serabut-serabut disekelilingnya. Akar berfungsi sebagai organ yang menyerap makanan tanaman dan air. Serta dengan bantuan akar tanaman akan dengan cepa menyerap pupuk dan unsur hara pada tanah. Akar tanaman cabai rawit akan mesuk ke dalam tanah dan menyebar hingga hampir 30 cm.

Pada tanaman cabai rawit setidaknya terdapat enam organ inti yaitu batang, daun, bunga, buah, biji dan akar. Dengan mengetahui organ-organ inti ini pasti akan memunculkan sebuah gambaran tentang cabai rawit di benak saudara sekalian. Semoga tulisan ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat dan berguna untuk kita semua.

Metode Penyemaian Biji Cabe Untuk Menghasilkan Bibit Kualitas Unggul

Metode Penyemaian Biji Cabe Untuk Menghasilkan Bibit Kualitas Unggul - Pada artikel sebelumnya admin sudah membahas tentang Panduan Tani Cabe Rawit Hasil Melimpah dan sedikit menyinggung mengenai metode penyemaian. Akan tetapi pada tulisan sebelumnya  admin hanya membahas sekilas mengenai metode penyemaian tradisional. Pada artikel ini admin akan membahas lebih rinci mengenai metode penyemaian cabe yakni adalah metode penyemaian menggunakan polybag, metode penyemaian steril pro dan metode penyemaian gelintir.
Penyemaian Biji Cabe
Picture by Aak Kenzo (Komunitas Petani Cabe Indonesia)
Secara pengertian penyemaian dapat diartikan menyemaikan benih, menumbuhkan biji jadi benih untuk di pindah ketempat penanaman. Contohnya penyemaian benih cabai dari biji dan kemudian setelah siap tanam cabai dipindah kelahan terbuka. Tujuan utama dari penyemaian adalah untuk menghemat bibit dan menghindari risiko bibit mati sebelum ditanam. Artinya dengan penyemaian petani akan lebih mendapat keuntungan, yaitu memudahkan untuk merawat benih, bisa selalu mengontrol pertumbuhan benih dan yang terpenting benih bisa tumbuh dengan baik saat akan dipindahkan ke lahan terbuka.

Berikut ini adalah metode penyemaian yang bisa digunakan:
Metode Penyemaian Dengan Polybag
Sistem tanam menggunakan polybag ini sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun. Saat ini tidak hanya para petani yang bisa melakukannya, banyak sekali orang-orang non petani yang berhasil melakukan budidaya tanaman dengan menggunakan polybag, baik untuk dikonsumsi sendiri ataupun untuk dijual. Tetapi yang perlu digaris bawahi yaitu kata budidaya dan penyemaian, jika budidaya berarti tanaman memang benar-benar ditanam pada polybag dari biji hingga proses panen dan sedangkan penyemaian berarti tanaman masih akan dipindah ke lahan terbuka untuk pembesaran hingga pemanenan. Jadi tentu ukuran polybag atau plastik polybag untuk penyemaian berbeda dengan polybag untuk budidaya. 
Penyemaian dengan menggunakan polybag merupakan metode yang cukup sederhana dan memiliki banyak sekali keuntungan, yaitu:
  1. Penyemaian menggunakan polybag bisa dilakaukan dimanapun, anda bisa menyemai menggunakan polybag di rumah atau di tempat-tempat di sekitar perumahan.
  2. Risiko kematian bibit sangat kecil, karena tidak mudah terserang hama dan penyakit.
  3. Sangat mudah untuk memonitoring tanaman pada polybag dan juga perawatannya lebih simpel.
  4. Tanaman yang disemai dengan menggunakan polybag tidak mudah mati saat dipindah kelahan terbuka, dengan kata lain tanaman bisa langsung hidup saat tahap pemindahan. 
  5. Akan lebih mudah untuk mengatasi bibit yang gagal tumbuh dengan metode semai polybag dengan langsung mengganti biji tanaman yang tidak tumbbuh.

Kekurang metode semai menggunakan polybag:
  1. Dari segi biaya, penyemaian dengan polybag lebih mahal dibandingkan dengan penyemaian tradisional.
  2. Benih yang disemai pada polybag tidak bisa terlalu banyak. Misalnya satu polybag hanya bisa untuk menyemai satu atau dua biji tanaman saja, jadi apabila ingin menyemai hingga ribuan benih metode ini akan menghabiskan banyak biaya dan juga lahan.  
 
Metode Penyemaian Steril Pro
Metode ini adalah salah satu metode penyemaian yang paling sering digunakan oleh para petani seluruh penjuru dunian. Kalau menurut admin  metode ini adalah “metode awal”, jadi teknik ini masih memerlukan metode penyemaian yang lainnya untuk dapat dilakukan. Jadi dengan kata lain metode penyemaian steril pro adalah metode pendukung yang tujuannya untuk mempercepat tumbuhnya tanaman.
Kelebihan metode penyemaian steril pro:
  1. Bisa mengetahui biji yang rusak atau tidak layak ditanam dengan menggunakan metode steril pro.
  2. Merupakan terobosan baru dalam bidang pertanian modern.
  3. Memungkinkan tanaman yang disemai dengan metode ini dapat tumbuh secara serentak.
  4. Meminimalisir kemungkinan bibit tidak tumbuh.

Kekurangan metode penyemaian steril pro:
  1. Proses pensterilan yang cukup rumit dan mungkin sulit untuk dilakukan bagi yang masih awam menggunakan metode semai ini.
  2. Masih membutuhkan metode penyemaian lain, misal metode penyemaian steril pro masih harus didukung dengan penyemaian polybag.

Metode Penyemaian Gelintir
Metode penyemaian gelintir ini merupakan metode yang sangat baru, dan metode ini sebenarnya belum pernah admin praktekan secara langsung. Jadi mengapa admin memasukan metode gelintir pada artikel ini? Tujuannya hanya sekedar sharing informasi dan menambah wawasan bagi pembaca. Terlebih lagi admin belum pernah mempraktekannya dalam sekala besar, jadi belum bisa menyimpulkan kelebihan dan kekurangan metode ini.
Teknik semai ini memang bisa dilakukan dengan mudah dan biaya yang tidak terlalu besar. Teknik semai ini tidak memerlukan media tanam seperti pot atau polybag dan memang layaknya hanya seperti penyemaian tradisional. Akan tetapi cara peletakan bibit/biji tanaman sangat berbeda dengan enyemaian tradisional.

Pastinya dari ketiga metode penyeemaian yang dijelaskan di atas memiliki kelibihan dan kekurang masing-masing dan perlu diingat bahwa setiap petani memiliki teknik, metode dan cara-caranya tersendiri dalam menyemai tanaman cabai rawit ataupun cabai besar.
Untuk tulisan ini, apabila ada kesalahan dan ketidak sesuaian kami mohon maaf dan apabila terdapat kekurangan bisa dikoreksi dan ditanggapi dengan berkomentar di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Cara Menanam Cabe Rawit Yang Baik Dari Biji Hingga Panen

Cara Menanam Cabe Rawit
Pada tulisan ini admin membahas secara lengkap tentang panduan dan cara tani cabe rawit dari biji hingga panen. kemudian yang dibahas adalah pembibitan cabe rawit, cara penyemaian cabe rawit, kemudian persiapan lahan atau media tanam, Perawatan Cabai Rawit di Lahan Terbuka Hingga Panen, Pengendalian Hama dan Penyakit cabe rawit.

Pembibitan Cabai Rawit

Untuk bertani cabai rawit yang pertama harus dilakukan adalah pembibitan. Pembibitan dapat diartikan sebagai sebuah  kegiatan yang dimana tujuan utamanya untuk mendapatkan bahan tanaman baru (bibit) guna perbanyakan tanaman untuk kebutuhan hidup manusia. Pembibitan adalah langkah awal yang sangat mempengaruhi keberhasilan seorang petani dalam melaksanakan budidaya tanaman.

Banyak sekali dari para petani cabai yang gagal gara-gara kesalahan dalam pembibitan. Misalnya bibit atau benih tidak tumbuh, tunas yang baru muncul dimakan hewan (hama), tunas layu bahkan tunas yang tumbuh tidak normal. Tentu saja hal ini bisa sangat merugikan petani cabai rawit.

Dilihat dari pembibitan ternyata masih banyak sekali mengalami kendala, maka sebaiknya gunakanlah bibit (benih) yang berkualitas baik, tentunya tidaklah sulit untuk mendapatkan bibit cabai rawit unggul bahkan bisa membuatnya sendiri. 

Berikut saya akan berbagi tips dan cara membuat bibit cabai:

1. mengamati tanaman cabai yang bagus.


Untuk mendapatkan bibit (benih) unggul yang harus dilakukan adalah pengamatan. Kemudian bagian penting yang harus dilihat adalah batang cabai dengan buah yang lebat, keadaan batang yang kuat dan tiding mudah terserang penyakit.  Pada dasarnya pertanian tidak jauh berbeda dengan peternakan dimana faktor keturunan sangat berpengaruh. 

2. proses pembuatan bibit

Setelah menemukan tanaman cabai yang akan dijadikan sebagai bibit selanjutnya adalah menunggu buah cabai hingga tua atau merah. Setelah cabai sudah merah berarti sudah bisa digunakan sebagai bibit dengan cara mengeluarkan biji cabai dari buah, bisa dengan disayat atau ditumbuk dan usahakan biji jangan sampai hancur, kemudian rendam biji cabai di dalam air dan buang biji cabai yang  mengambang di permukaan air karena itu kurang bagus. Proses terakhir adalah penjemuran, keringkan biji cabai dan usahakan jangan di bawah terik matahari yang terlalu panas.

3. Penyimpanan bibit

Setelah bibit (benih) cabai sudah kering dijemur, usahakan penyimpanan bibit cabai pada suhu udara yang normal, tidak lembab dan kering. Bungkus biji cabai secara rapat untuk mengurangi risiko bibit rusak sebelum disemai. Bibit cabai buatan sendiri bisa bertahan cukup lama dan bahkan bisa bertahan dalam penyimpanan hingga tahunnan. 

Itulah sedikit ulasan dari saya mengenai pembibitan tanaman cabai, perlu diketahui bahwa pembibitan tanaman cabai rawit dan cabai merah tidaklah berbeda. Jadi anda juga bisa menerapkan metode pembibitan ini untuk cabai merah. 

Penyemaian Cabai Rawit

Penyemaian adalah proses dimana benih atau bibit ditanam pada sebuah media tanam dengan tujan tertentu. Tujuan yang paling utama dari penyemaian adalah untuk pertumbuhan bibit yang maksimal, agar lebih mudah melakukan pemeliharaan dan mudah untuk melakukan pengawasan pada bibit. Jadi intinya penyemaian dilakukan untuk mengurangi risiko gagal tanam.
cara menyemai biji cabai


Selanjutnya adalah metode penyemaian. Saat ini metode penyemaian yang bisa dipakai sangatlah beragam seperti metode penyemaian tradisional, metode semai gelintir,semai steril pro dan masih banyak lagi. Untuk petani yang memiliki luas lahan yang memadai bisa menggunakan metode penyemaian tradisional sedangkan untuk yang keterbatasan lahan bisa menggunakan metode lainnya. Penyemaian tradisional bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  • membuat bedengan sesuai dengan jumlah benih/bibit yang akan ditanam. 
  • setelah bedengan siap kemudian berikan tambahkan pupuk secukupnya pupuk kandang lebih baik untuk digunakan, usahakan jangan terlalu banyak karena bisa menyebabkan bibit tidak tumbuh (gosong). 
  • hancurkan tanah pada bagian atas bedengan hingga bercampur dengan pupuk secara merata, kemudian tanah dalam keadaan hancur halus dan rata (artinya tanah yang digunakan adalah tanah yang halus dan tidak ada tanah yang menonjol). 
  • kemudian tanah bisa dibiarkan selama satu hari agar pupuk dan tanah dalam keadaan netral atau dengan kata lain mendinginkan suhu pupuk.  
  • keesokan harinya baru bisa melakuan penyemaian benih, sebaiknya sebelum disemai benih direndam sekitar 2-3 jam untuk merangsang pertumbuhan benih.  
  • selanjutnya garis permukaan bedengan dengan menggunakan bambu/semacamnya untuk meletakan benih(usahakan jarak jangan terlalu rapat). Setelah tergaris rapi kemudian taburkan benih pada lubang-lubang akibat garisan yang dibuat sebelumnya. 
  • tutup bekas garisan yang sudah terisi dengan benih  dengan menggunakan tanah. 
  • lalu tutup permukaan bedengan dengan menggunakan jerami atau karung untuk menghindari terik matahari yang menyengat. 
  • setelah 3-5 hari biji cabai akan bertunas. Setelah itu buka jerami yang menutupi permukaan bedengan dan kemudian diganti dengan atap plastik. Atap plastik bertujuan untuk menghalangi terik matahari dan hujan yang lebat karena bisa mengganggu tuas cabai yang baru akan tumbuh. Atap plastik sebaiknya diberi jarak antara 40-50 cm dari permukaan bedengan.  
  • terakhir adalah perawatan tanaman saat penyemaian. Lakukan peyiraman secara ritin dan pengendalian hama dan penyakit secara bertahap hingga tanaman cabai siap dipindah kelahan budidaya.
  • Metode penyemaian tradisional ini merupakan metode yang paling banyak digunakan oleh masyarakat petani di Indonesia karena cukup simpel dan biaya tidak terlalu besar. 


Penyiapan Lahan Tanam Cabai

Sebelumnya sudah dilakukan penyemain bibit cabe, untuk selanjutnya sambil menunggu bibit cabai menjelang usia tanam yang harus disiapkan adalah Lahan atau tempat pembesaran tanaman cabai. Pastikan jumlah bibit (benih) cabai yang disemai sesuai dengan jumlah lahan yang tersedia. Bagian terberat dari bertani adalah tahap pembuatan lahan, karena memakan waktu dan tenaga yang lumayan banyak.
Penyiapan Lahan Tanam Cabai


Pembuatan Lahan

Secara garis besar panduan membuat lahan tanam adalah sebagai berikut:
  • Pembuatan Bedengan
  • buat bedengan dengan ukuran kira-kira panjang 10m, lebar 100 cm, tinggi 30-40 cm dan jarak parit antara bedengan 40 cm
  • bedengan pertama-tama dibuat dengan tinggi 30 cm. selantunya tambahkan pupuk berupa pupuk kandang, pupuk kimia (NPK,Urea, atau sejenisnya). Apabila kadar keasaman tanah tinggi, anda bisa menggunakan tambahan bubuk kapur untuk menetralkannya. Kemudian gunakan pupuk kira-kira dengan dosis 50 kg per 10 meter.
  • setelah pupuk sudah dibagikan selanjutnya adalah menimbun permukaan bedengan dengan tanah agar pupuk tertutup dan usahakan timbunan jangan terlalu tebal lalu kemudian diratakan sebelum dipasang plastk mulsa. 
  • pastnya proses penyiapan bedengan akan memakan waktu cukup lama.


Menggunakan Mulsa

Anda bisa saja tidak menggunakan mulsa, tapi saya sarankan untuk menggunakannya karena akan menambah produktivitas tanaman dan memudahkan perawatan tanaman. Keunggulan menggunakan plastik mulsa diantaranya adalah memudahkan proses perawatan tanaman, tanaman terhindar dari Gulma atau ruput-rumput liar, menetralkan suhu tanah, meminimalkan serangan hama seperti thrips, tungau, ulat, aphid dan lain-lain. Berikut adalah panduan memasang plastik mulsa untuk tanaman cabai:
Bahan dan Alat-alat yang perlu disiapkan
  • plastik mulsa (bisa ukuran lebar 1 m atau 1,2 m) 
  • penjepit mulsa, bisa menggunakan bambu atau yang lainnya. 

Cara memasang plastik mulsa 
  • proses pemasangan plastic mulsa sebaiknya dilakukan oleh dua orang atau lebih. 
  • usahakan mulsa dipasang pada saat terik matahari (panas) agar mulsa bisa terpasang dengan kencang dan pas. 
  • tarik kedua ujung mulsa hingga plastic mulsa menjadi melar dan metutupi seluruh permukaan bedengan, mulsa yang berwarna silver di bagian atas dan warna hitam di bagian bawah. 
  • selanjutnya gunakan penjepit mulsa dengan kencang agar mulsa kuat dan tidak rusak saat terkena angin kuat.  
  • setelah mulsa terpasang kemudian selanjutnya mulsa diberi lubang dengan jarak 30-45 cm. lubang ini berguna untuk menanam cabai yang akan dipindahkan dari persemaian. 
    memasang mulsa


Perawatan Cabai Rawit Pasca Penyemaian

Setelah proses penyemaian dan penyiapan lahan lebih kurang dalam waktu satu bulan, tanaman cabai siap dipindahkan ke lahan pembesaran. Apabila proses penyemaian dilakaukan dengan perawatan yang maksimal maka bibit cabai sudah siap untuk dibesarkan. 

Pemindahan tanaman cabai di lahan terbuka

  • pemindahan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Tujuannya untuk menghindari terik matahari yang terlalu menyengat.
  • pemindahan dilakukan apabila keadaan tanah tidak kering, yaitu setelah terjadi hujan untuk menghindari tanaman mati setelah ditanam. 
  • usahakan akar pada bibit saat ditanam tidak tertekuk atau baengok. 
  • setelah cabai tertanam kemudian berikan pelet yang sudah dicampur dengan iksektisida bubuk seperti lanet, marssal dan sejenisnya untuk pengendalian hama pasca tanam. 


Perawatan Cabai Rawit di Lahan Terbuka Hingga Panen

  • lakukan pengendalian hama dan penyakit secara rutin dengan penyemprotan insektisida, fungisida dan penambahan pupuk pada tanaman cabai rawit.
  • penyemprotan bisa dilakukan seminggu dua kali atau seseuai kebutuhan. 
  • apabila tanaman cabai sudah terserang hama dan penyakit harus mengambil langkah tegas dan cepat diobati dan dikendalikan.  
  • penambahan pupuk setelah pertengahan waktu tanam. Sebaiknya pupuk kembali ditambahkan setelah cabai mulai berbunga bisa dengan Urea, NPK, pupuk cair dan pupuk-pupuk kimia lain. 
  • setelah cabai berbuah semprot dengan perangsang buah. 


Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama

  • Ulat Grayak, ulat grayak menyerang bagian daun tanaman dan mengganggu pertumbuhan tanaman. Cara penanggulangan bisa secara manual dengan diambil atau bisa juga menggunakan insektisida. 
  • Tungau, tungau akan menyerang bagian daun tanaman dan menyebabkan daun menjadi keriting. Cara penanggulangan bisa dengan menyemprotkan akarisida dan insektisida. 
  • Kutu Daun, menyerang bagian daun tanaman dan berakibat daun keriting yang kemudian akan memicu jamur dan cendawan pada daun. Cara pengendaliannya dengan insektisida yang mengandung bahan fipronil. 
  • Lalat Buah, menyebabkan kerusakan buah, buah akan busuk. Cara pengendaliannya dengan menyemprotkan isektisida atau dengan perangsang lalat buah seperti Atraktan. 
  • Trips (thrips), menyebabkan dan cabai menjadi kuning dan berbercak. Cara pengendalian dengan menyemprotkan insektisida.


Pengendalian Penyakit

  • Daun Keriting Mozaic, ciri-ciri Kerdil, warna daun belang-belang hijau tua-muda, ukuran daun lebih kecil, tulang daun akan berubah menguning. Cara pengendaliannya dengan mencabut cabai yang sudah terserang penyakit mosaic ini atau dengan penyemrotan Insektisida. 
  • Bule (virus kuning) karena virus Gemini yang terbawa dari benih atau ditularkan kutu, Sulit dilakukan, paling hanya dengan membasmi kutu pembawa virusnya dengan Insectisida 
  • Cendawan Fusarium sp, Verticilium sp  & Pellicularia sp Bakteri Pseudomonas solanacearum, ciri-ciri Layu dan mati. Cara pengendaliannya adalah dengan  memusnakan tanaman agar tidak menular.  
  • Busuk Cabang dan Busuk Kuncup disebabkan oleh Phytophthora capsici, ciri-ciri Kuncup berwarna hitam & akhirnya mati. Cara pengendalian dengan fungisida,  pilih yang memiliki perekat. 
  • Patek atau antraknosa,  karena cendawan Colletotrichum gloeosporioides yang dibawa sejak benih, ciri-ciri mati pucuk, daun dan batang busuk kering. Buah akan menjadi busuk seperti terbakar, gunakan fungisida. 


Tahap Pemenenan Cabai Rawit

Cabai rawit yang berusia lebih kurang 3 bulan semenjak ditanam di lahan terbuka biasanya sudah berbuah dan siap untuk dilakukan pemanenan. Cabai rawit bisa dipanen dalam waktu seminggu sekali, sebaiknya cabai rawit dipanen dengan selang waktu 10 hari agar buah cabai sudah benar-benar padat dan memiliki berat yang bagus. Sedangkan untuk cabai rawit yang inin dipanen saat merah waktunya akan lebih panjang dan menunggu hingga cabai rawit menjadi merah.

Untuk pemanenan cabai rawit saya rasa tidak perlu ada pembahasan khusus karena pastinya pembaca sudah paham dan mengetahui bagaimana cara memanennya. Dan yang terpenting adalah perawatan dan pengendalian masih harus rutin dilakukan walaupun cabai sudah masuk usia panan, karena tidak menuntut kemungkinan bisa rusak karena hama dan penyakit. 

Sekian dulu artikel ini saya buat, apabila ada kesalahan dalam penulisan harap maklumi dan apabila ada yang tidak sesuai dari tulisan ini bisa dikoreksi pada kolom komentar di bawah. Terimakasih dan salam sukses petani Indonesia semoga menjadi lebih baik lagi.

Sumber Gambar: 
Dokumentasi Admin dan group facebook Petani Cabe Indonesia. 

Pembahasan Cabai Rawit


Pembahasan Cabai Rawit - Bagi masyarakat Indonesia tentunya sudah tidaklah asing apabila mendengar sebutan cabai rawit. Cabai rawit sudah bisa dibilang sebagai kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia, hampir semua orang menyukai cabai yang merupakan salah satu komoditas sayuran ini dan terlebih lagi cabai memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan dengan sayuran-sayuran lainnya. sebenarnya Budidaya Cabe Rawit sangatlah menjanjikan dan mungkin bisa mengangkat perekonomian petani.

Benua Amerika adalah dimana tanaman cabai pertama kali dikembangkan terutama di Negara Colombia hingga menyebar ke Amerika Latin lalu hingga mendunia. Cabai masuk ke Indonesia pada awalnya di bawa oleh para pedagang yang berasal dari Negara Spanyol dan Portugis. Sebenarnya terdapat lebih dari 20 jenis cabai yang kebanyakan hidup di benua amerika, tapi sangat disayangkan hanya sedikit dari jenis cabai itu yang terdapat di Indonesia.

Di Indonesia sendiri produktivitas cabai masih sangatlah kurang bahkan terkadang bisa dikatakan sangat buruk. Melihat dari masalah yang telah dijelaskan di atas bahwa produktivitas cabai rawit di Indonesia masih sangat lemah bisa saja menjadi peluang bagi para petani cabai untuk menjadi lebih baik lagi. Bukan hanya masyarakat lokal yang membutuhkan cabai, bahkan masyarakat internasional menganggap bahwa terpenuhinya kebutuhan cabai adalah hal yang harus diwujudkan. 

Rendahnya produktivitas cabai baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu varietas tanaman cabai, kondisi geografis, teknik budidaya, dan organisme pengganggu tanaman.  

Jadi untuk kedepannya, sebagai petani cabai langkah yang harus di benahi adalah:
1. Varietas Tanaman Cabai Rawit
Varietas adalah sekelompok tanaman dari suatu jenis atau spesies yang ditandai oleh bentuk dan pertumbuhan tanaman, daun, bunga, buah, biji, dan ekspresi karakter atau kombinasi genotype yang dapat membedakan dengan jenis atau spesies yang sama oleh sekurang-kurangnya satu sifat yang menentukan dan apabila diperbanyak tidak mengalami pertumbuhan.
Saat ini di Indonesia sudah banyak sekali varietas dari cabai rawit yang bisa dikembangkan tentunya dengan nama, kelebihan, kelemahan dan keunikan masing-masing, misalnya Nirmala, Santika, Sonar, Cakra Hijau dan masih banyak lagi. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah bagaimana cara dari para petani dan orang-orang yang terkait dengan kegiatan pertanian bisa berupaya untuk meningkatkan produktivitas cabai rawit.

2. Kondisi Geografis
Keadaan suatu tempat sangat mempengaruhi proses tumbuh kembang dari tanaman. Akan tetapi kita ketahui bahwa Indonesia mempunya iklim tropis dan sangan bagus untuk pertanian, terlebih lagi sudah banyak peneliti yang mengungkapkan bahwa cabai rawit cocok atau bisa dibudiayakan di Indonesia.

3. Teknik Budidaya
Teknik budidaya tanaman merupakan proses menghasilkan bahan pangan dan Kekurangan pangan seolah olah sudah menjadi persoalan akrab dengan manusia. Dengan kata lain teknik budidaya adalah cara yang digunakan untuk mendapatkan hasil tanam yang bagus. Teknik budidaya yang baik akan mendapatkan hasil yang melimpah. Tapi sudahkah itu terealisasi? Sepertinya masih kurang, kita lihat saja saat ini teknik pertanian Negara kita masih tertinggal dengan Negara-negara maju seperti Jepang, Singapura yang bahkan hanya memiliki lahan yang terbatas. Untuk itu ini adalah PR bagi generasi penerus Indonesia.

4. Organisme Pengganggu Tanaman
Kita biasa mengenalnya denga hama-penyakit.  Hama adalah binatang atau hewan yang merusak dan mengganggu tanaman peliharaan, sedangkan penyakit adalah kerusakan pada tanaman yang diakibatkan karena iklim, cuaca, virus dan lain-lain. Pengendalian organisme pengganggu tanaman di Indonesia masih membutuhkan biaya yang sangat mahal. Kenapa begitu? Hal itu sangat dirasakan oleh petani yang kebingungan dalam pengendalian tanaman yang membutuhkan biaya yang sangat tinggi (pupuk, obat, sarana-prasaran dll) yang bahkan tidak sesuai dengan hasil mereka ketika gagal panen.

Sebearnya Negeri kita adalah negeri yang makmur. Dalam pengembangan dan pembudidayaan demi meningkatkan produktivitas cabe rawit di Indonesia bukan hanya sekedar menanam sesuai dengan keadaan yang ada. Karena kita harus mempertimbangkan dan bisa mengetahui hal-hal yang munkin terjadi dalam proses pengembangan budidaya cabe rawit tersebut. Baik dalam hal biaya maupun kemampuan dalam mengolah cabe rawit tersebut.