Tips dan Cara Membuat Benih Cabe Rawit dan Cabe Merah Berkualitas

Benih Cabe

Sebelum membahas lebih dalam mengenai benih cabe sebaiknya ketahui terlebih dahulu apa itu benih dan apa itu bibit. Kebanyakan dari kita sering mengartikan bahwa kedua istilah tersebut sama, namun ternyata tidak. Benih adalah cikal bakal tanaman yang masih dalam bentuk biji dan sudah melalui proses khusus yang kemudian digunakan untuk mengembangbiakan tanaman. Sedangkan bibit adalah proses lanjutan dari benih, dengan kata lain bibit adalah benih yang sudah berkecambah atau siap dipindahkan ke lahan tanam.

Benih atau biji cabe merupakan bagian paling penting yang menentukan kesuksesan petani dalam hal budidaya cabe merah atau cabe rawit. Benih yang memiliki kualitas unggul akan dapat tumbuh dan berkecambah secara cepat dan normal, tahan terhadap virus (penyakit) serta mengurangi risiko gagal tumbuh. Saat proses penyemaian hingga tahap menanam cabe akan lebih baik jika benihnya sehat dan tidak cacat.

Cara membuat benih cabe memiliki cara yang sangat beragam, dalam pembuatan benih cabe, baik itu cabe merah (keriting) atau cabe rawit caranya cenderung sama.  Walaupun kita bisa membeli benih dalam bentuk kemasan di kios pertanian, namun kualitas benih buatan sendiri juga tidak kalah kualitasnya dengan produk bermerk. Banyak petani yang lebih suka menggunakan benih buatan sendiri dibandingkan membeli di toko, termasuk saya sendiri.

Berikut adalah cara membuat benih cabe berkualitas

Melakukan Pengamatan Tanaman Cabe

Baik cabe rawit atau cabe besar, jika ingin membuat benih sebaiknya melakukan pengamatan tanaman terlebih dahulu. Tanaman yang diamati yaitu tanaman yang buahnya akan digunakan untuk membuat benih, semakin bagus batang tanaman maka akan semakin baik untuk dijadikan sebagai benih. Pada tahap ini bisa dibilang sebagai tahap penyeleksian, jadi semakin besar skala cabe yang ada maka akan lebih baik.  Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memilih tanaman yang akan dijaikan benih (biji) yaitu:

  • Memilih tanaman yang memiliki kualitas dan kuantitas buah yang bagus.
  • Tahan terhadap penyakit ataupun virus.
  • Bisa dipanen hingga waktu yang panjang.
  • Batang, daun dan akar tanaman Sehat dan tidak sakit.
  • Bunga tidak rontok dan bisa berbuah lebat.


Melakukan Perawatan

Tetap melakukan perawatan secara rutin, jika dalam skala tanam yang besar sebaiknya perawatan dilakukan lebih khusus dan jangan sampai batang tanaman yang akan dijadikan benih malah tertular penyakit dari batang cabe lainnya. Kemudian batang cabe yang akan dijadikan sebagai benih sebaiknya ditandai agar tidak lupa karena terlalu banyak tanam cabe pada satu lahan tersebut, maka pengendalian hama dan penyakit sangatlah penting untuk dilakukan.

Pembuatan Benih Cabe

Buah cabe yangsudah tua dan merah sudah bisa dipakai untuk pembuatan benih. Langkah pembuatan benih bisa dibilang cukup sederhana, yaitu:

  • Buah cabe bisa ditumbuk atau dibelah dengan pisau untuk memisahkan biji dengan kulit cabe. Jika ditumbuk usahakan biji jangan sampai hancur atau pecah, bila menggunakan alat penumbuk yang keras sebaiknya dilapisi dengan kain agar menjadi lebih lembut.
  • Setelah selesai kemudian direndam di dalam air agar lebih mudah memisahkan biji dengan kulit cabe. Perendaman bisa dilakukan selama stengah hari hingga satu hari.
  • Selanjutnya tinggal memisahkan biji dengan kulit cabe dengan cara disaring menggunakan saringan. Biji cabe yang sehat akan tenggelam di dalam air jadi proses penyaringan akan menjadi lebih gampang. Kemudian untuk biji cabe yang terapung sebaiknya dibuang, karena jika mengapung biji cabe tidak sehat atau jika ditanam tidak tumbuh.


Penjemuran Benih Cabe

Setelah biji cabe sudah terpisah dengan kulitnya, selanjutnya adalah tahap penjemuran. Pada tahap ini terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Biji cabe bisa dijemur dengan menggunakan nampan, proses penjemuran harus hingga biji benar-benar kering agar biji tidak mudah busuk.
  • Jangan menjemur biji cabe pada suhu yang terlalu panas dan jangan juga sampai keujanan.  Anda bisa menjemur dengan menutup bagian atas dengan plastik transparan atau dijemur di bawah seng rumah agar sinar matahari tidak secara langsung mengenai biji cabe.
  • Sebaiknya penjemuran ini dilakukan dengan sangat hati-hati, bisa saja jika salah dalam penjemuran akan menyebabkan biji tidak bisa tumbuh.


Setelah beberapa tahapan di atas dilakukan dan biji cabe sudah kering maka biji cabe sudah bisa disemai atau disimpan. Benih buatan sendiri memiliki banyak sekali keunggulan, diantaranya adalah lebih irit, lebih awet dan bisa dibuat dalam jumlah yang banyak untuk digunakan sebagi stok (cadangan bibit). Untuk pembuatan benih cabe rawit atau cabe besar, merah dan jenis cabe lainnya caranya bisa dibilang tidak jauh berbeda, jadi kesimpulannya cara ini bisa digunakan untuk jenis cabe apapun.