Tata Cara Menanam Padi Sawah Lengkap

Tata Cara Menanam Padi Sawah Lengkap

Tata Cara Menanam Padi Sawah Lengkap - Padi adalah tanaman pokok yang sangat berpengaruh dalam kehidupan umat manusia. Di Indonesia sendiri pertanian padi masih menggunakan sistem tanam tradisional atau metode penanaman yang masih menggunakan lahan sawah. Perlu diketahui bahwa di negara-negara maju tata cara penanaman padi sudah sangat modern, misalnya saja di negara jepang.

Padi sawah ialah padi yang ditanam di tanah yang digenang dengan air selama kurun waktu tertentu hingga tahap pemanenan. Sebelum padi ditanam ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, persiapan yang perlu dilakukan ialah sebagai berikut:

  • Benih padi yang ditanam harus berkualitas unggul.
  • Proses penanaman harus benar dan dilakukan dengan persiapan yang baik.
  • Pengairan lahan harus sempurna agar padi bisa tumbuh secara optimal.
  • Kemudian adalah pemeliharaan harus teliti.


Memilih Bibit Padi Unggul

Di Indonesia terdapat banyak sekali varitas atau jenis tanaman padi, jenis padi memiliki perpedaan antara yang satu dengan yang lainnya baik dari bentuk, umur tanaman padi, banyaknya hasil, kualitas dan sebagainya. Untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah sebaiknya menggunakan bibit padi yang sudah terbukti kualitasnya. Padi unggul pada umumnya memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  • Tahan terhadap hama
  • Memiliki umur pendek/ cepat panen
  • Hasil yang didapat tinggi
  • Tidak mudah rusak atau rebah ketika tertiup angin


Penyemaian Bibit Padi

Untuk mendapatkan bibit padi yang baik, proses penyemain benih harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tempat penyemaian harus memenuhi persyaratan, yaitu tanah harus subur, tidak tertutup dan dekat dengan sumber air. Setelah tempat pesemaian sudah diberi pupuk secukupnya, kemudian benih/bibit padi sudah bisa ditaburkan. Lalu pada saat benih berumur sepuluh hari sebaiknya lakukan penyemprotan pestisida atau endrin agar hama pada lahan pesemaian mati. Untuk proses penyemaian sebaiknya benih sebelum ditanam diremdam selama satu malah untuk merangsang pertumbuhan bibit.

Mengolah Lahan Tanam Padi

Untuk mengolah lahan tanam padi sawah terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Pengolahan lahan meliputi proses pembersihan, pengairan, pencangkulan/pembajakan, pengangguran dan penanaman. 
  • Lahan sebelumnya yang sudah selesai dipanen sebaiknya dibersihkan dengan cara membersihkan sisa-sisa bekas tanaman padi sebelumnya.
  • Memperbaiki selokan-selokan, bendungan dan tempat pengairan lahan sawah.
  • Selanjutnya mengairi sawah sebelum dibajak agar supaya tanah menjadi lebih lunak.
  • Lakukan pembajakan mulai dari tepi dan dalamnya pembajakan antara 20 cm, pembajakan sebaiknya diulang sebanyak dua kali agar tanah benar-benar baik untuk ditanami.
  • Kemudian setelah lahan sawah sudah selesai dibajak, air pada petakan sawa sebaiknya dikurangi agar proses perataan tanah menjadi lebih mudah.
  • Apabila pengolahan lahan sawah sudah selesai dan bibit padi sudah cukup umurnya, maka penanaman sudah bisa dilakukan. 


Proses Penanaman Padi

Setelah lahan tanam sudah selesai dibuat maka selanjutnya adalah proses penanaman padi pada lahan terbuka. hal-hal yang perlu diperhatikan saat penanaman padi diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Bibit padi sudah bisa dipindahkan atau ditanam pada lahan terbuka ketika sudah berumur 25-40 hari. Proses penanaman meliputi tahap mencabut bibit hingga tahap menanam di lahan sawah. Bibit dapat dipindahkan ke sawah seelah ii padi memiliki daun lebeh kurang lima helai daun.
  • Agar bibit tidak rusak saat dicabut, sebaiknya lahan penyemaian harus digenaingi dengan air terlebih dahulu. Penggenangan ini bisa dilakukan dua hari sebelum bibit padi dicabut.
  • Pencabutan bibit harus dilakukan secara hati-hati, jangan sampai bagian bawah bibit putus atau patah. Usahakan mencabut bibit dilakukan dari pinggir terus kemudian baru ke tengah. Ketika bibit sudah dicabut sebaiknya langsung lakukan penanaman dan jangan  sampai bibit menginap.
  • Apabila daun bibit padi dirasa terlalu panjang, bisa dilakukan pemotongan untuk mengurangi terjadinya penguapan yang berlebihan.
  • Kemudian yang terpenting adalah perhatikan proses penanaman, menanam padi tidak boleh dilakukan secara sembarangan, sebaiknya bibit-bibit ditanam secara berbaris dan rapi. 
  • Usahakan akar bibit padi tidak terlalu dalam dan juga tidak terlalu dangkal. Kedalaman yang baik yaitu antara 4 cm, kemudian setiap satu lubang bisa ditanami 2-3 batang bibit padi.


Proses Pemeliharaan


  • Untuk mendapatkan hasil padi yang memuaskan maka yang harus diperhatikan oleh para petani adalah proses pemeliharaan harus benar dan teliti. Pemeliharaan tanaman padi meliputi penyulaman, penyiangan, pengairan, pemupukan dan pengobatan tanaman.
  • Tanaman padi hari dipeiksa seiap hari. Apabila terdapat yang mati maka harus dilakukan penyulaman atau diganti dengan bibit yang baru.
  • Setelah tanaman padi berumur dua minggu penyianan pertama harus dilakukan.
  • Kemudian penyiangan kedua dapat dilakukan ketika tanaman padi berumur enam minggu. 
  • Air atau saluran irigasi harus selalu mengalir, kemudian sangat penting untuk membuat saluran masuk air ke lahan sawah dan membuat saluran pembuangan air. 
  • Setelah dilakukan penyiangan tanaman padi bisa diberikan pupuk, baik berupa pupuk organik maupun pupuk kimia. 
  • Pengobatan tanaman dilakukan secara rutin untuk mencegah anuan hama dan penyakit padi. Gangguan yang paling umum pada tanaman padi adalah disebabkan oleh hama seperti tikus, burung dan serana penggerek batang.


Panen dan Perawatan Hasil Padi


  • Setelah melewati beberapa proses yaitu penyemaian, pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan maka selanjutnya ketika tanaman padi sudah tua dan cukup umur bisa dilakukan pemanenan. Padi yang mudah rontok sebaiknya harus dituai dengan cepat meskipun sebagian gabah masih berwarna hijau. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan ketika buah padi sudah masak sekitar 80% dari keseluruhan dan jangan menunggu sampai padi masak 100%, karena hal itu justru akan merugikan petani itu sendiri. Apabila padi terlalu masak akan lebih mudah rontok saat tergena hujan dan saat pemanenan. 
  • Kemudian agar proses pemananan menjadi lebih mudah maka sepuluh hari sebelum sawah dipanen sebaiknya pengairan lahan sudah dihentikan. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »